Desember 6, 2022

Jakarta: Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berkesempatan melakukan penelitian di The Physical and Chemical Research Institute (RIKEN), Jepang, pada 16 Oktober- 5 November 2022. Mahasiswa program Sarjana hingga Pascasarjana tersebut merupakan penerima beasiswa Sakura Science Exchange Program 2022.
 
Selama 21 hari, mereka meneliti didampingi tiga dosen dari Departemen Fisika Fakultas MIPA Unpad, yaitu Risdiana, Lusi Safriani, dan Togar Saragi. Sakura Science Exchange Program merupakan kegiatan yang diselenggarakan Japan Science and Technology Agency (JST) dengan tujuan memperkenalkan dan menawarkan pengalaman yang berkaitan dengan sains dan teknologi serta budaya Jepang kepada talenta muda dari berbagai negara.
 
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama industri-akademik-pemerintah antarnegara yang mengikuti program ini dengan pihak Jepang. Ada tiga jenis kegiatan dalam program ini.


Kegiatan Course A bertajuk Science and Technology Experience Course yang digelar selama tujuh hari, Course B Collaborative Research Activities Course yang digelar selama 21 hari, dan Course C Science and Technology Training Course selama 10 hari. Mahasiswa Unpad terpilih mengikuti program di Course B.
 
“Program Course B yang diikuti oleh mahasiswa Unpad merupakan program terpanjang yang ditawarkan dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi untuk mendapatkan grant-nya. Yang bertindak sebagai host pada kegiatan ini adalah Isao Watanabe dari RIKEN,” beber Risdiana dikutip dari laman unpad.ac.id, Senin, 21 November 2022.
 
Kegiatan dibuka dengan tur singkat di kampus RIKEN dan pengenalan laboratorium di Meson Science Laboratory. Selanjutnya, mahasiswa dikenalkan dengan pengelola dan alat-alat pengukuran di laboratorium tersebut serta pemberian tutorial penggunaan alat-alat pengukuran, seperti XRD (X-Ray Diffraction) dan Squid (Superconducting Quantum Interference Device).
 
Mahasiswa juga berkesempatan melakukan proses preparasi dan pengukuran sampel menggunakan XRD dan Squid. Aktivitas ini dilakukan untuk mengukur sampel yang sudah disiapkan peserta.
 
Selain pengukuran menggunakan dua alat tersebut, seluruh peserta juga dikenalkan alat pengukuran di laboratorium lain, seperti ESR (Electron Spin Resonance) dan NMR (Nuclear Magnetic Resonance). Beberapa mahasiswa diperkenankan melakukan pengukuran langsung dan merasakan pengalaman mengoperasikan aneka alat pengukuran berteknologi tinggi yang tidak dapat ditemukan di Indonesia.
 
Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi dan merasakan atmosfer kampus dan laboratorium di Sophia University, Jepang. Laboratorium yang dikunjungi ialah lab yang dipimpin Prof. Tadashi Adachi. Di sana, mahasiswa bersama Risdiana berdiskusi mengenai penelitian kolaborasi bersama Adachi.
 
Mahasiswa juga diberi kesempatan mengunjungi Radioactive Isotope Beam Factory (RIBF) RIKEN dan museum sains Miraikan. Di akhir pekan, mahasiswa berkesempatan mengunjungi beberapa pusat budaya di sekitar Tokyo.
 
Adapun ke-10 mahasiswa tersebut, yaitu: Diba Grace Auliya (Doktor Bioteknologi), Rosaldi Pratama (Fast Track Magister Fisika – Doktor Kimia), Rahma Sundaya Effendi (Magister Fisika), Muhammad Fadhil Falhan (Magister Fisika), Nabillah Fa’diyyah Zahra (Fast Track Sarjana – Magister Fisika), Muhammad Naufal Farras (Sarjana Fisika), Muhammad Naufal Ardian (Sarjana Fisika), Nayla Quinta Djamal (Sarjana Fisika), Gabriella Karin Nugroho Kwando (Sarjana Fisika), dan Kanaya Nuraulia Maurizka (Sarjana Fisika).
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.