November 26, 2022

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebanyak 2.465.820 anak usia 09–59 bulan telah mendapatkan imunisasi tambahan Campak Rubella selama periode Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada bulan Agustus 2022.

Kendati demikian, keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada saat BIAN dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal untuk mendapatkan hak diimunisasi, masih membutuhkan dukungan dari berbagai lintas sektor.

Pada acara Kolaborasi dalam Mendukung Akselerasi Imunisasi Rutin Lengkap di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (11/11/2022), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menuturkan, situasi Covid 19 menyebabkan imunisasi rutin mengalami tren penurunan.

“Masih ada 17 kabupaten/kota yang belum mencapai imunisasi dasar lengkap sampai tahun 2022, untuk itu kolaborasi merupakan hal yang mutlak harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah sebesar ini,” tuturnya.

Menurutnya, ada berbagai unsur pentahelix di Jawa Timur yang dapat mensukseskan capaian imunisasi dasar dan lanjutan secara tinggi dan merata, seperti PKK, Badan Kerjasama Organisasi Wanita, Universitas, Pihak Swasta dan Media.

Di tempat serupa, Health Specialist UNICEF wilayah Jawa, Dr Armunanto MPH, menyampaikan imunisasi ganda merupakan hal yang aman, serta dapat melindungi anak secepat mungkin dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Untuk itu, lanjut dia, edukasi mengenai imunisasi termasuk imunisasi ganda merupakan tanggung jawab semua pihak, dan perlu ikut mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai berbagai manfaat imunisasi.

“Imunisasi perlu menjadi kebutuhan bagi masyarakat dengan menekankan aspek perlindungan anak,” tegasnya.

Upaya kolaboratif dan integratif dalam memastikan anak mendapatkan hak untuk diimunisasi telah dilakukan melalui Kerjasama UNICEF dan Unair, lewat Geliat Airlangga.

PIC Imunisasi Geliat Airlangga, Dr drg Arief Hargono MKes, menyampaikan kerja sama yang telah dilakukan selama lebih dari 5 tahun merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, salah satunya melalui akselerasi imunisasi.

“Tidak hanya berfokus pada pencapaian target yang tinggi namun juga merata. Akselerasi imunisasi melalui sosialisasi imunisasi ganda dukungan BIAN, HCD (Human Centered Design), Penguatan Posyandu, KKN tematik, penguatan tokoh agama,” paparnya.

Imunisasi, kata dia, telah terbukti sebagai intervensi kesehatan yang efektif dan paling murah serta mampu melindungi herd immunity individu, komunitas dan antar kelompok.

“Sejarah juga telah mencatatkan keberhasilan imunisasi. Anak-anak yang diimunisasi menjadi lebih sehat dan berprestasi lebih baik di sekolah sehingga menghasilkan manfaat ekonomi yang berdampak terhadap masyarakat,” pungkasnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.