Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Polrestabes Surabaya menggandeng 35 pimpinan perguruan silat di Surabaya menggelar forum grup diskusi bertema Pendekar Wani Jogo Suroboyo.

Kegiatan yang digelar dalam upaya menjaga kondusifitas dan meminimalisir gesekan antar perguruan silat di kota Surabaya ini, berlangsung di gedung Bharadaksa Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (19/11/2022).

Dalam pantauan di lokasi, kegiatan tersebut di hadiri langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo dan Ketua KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah. 

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Yusep menyebutkan, akan membuat program yang bisa membuat para pesilat bisa terus berprestasi disetiap ajang silat.

Dirinya menegaskan, setiap perguruan silat di Kota Surabaya akan bergantian mendapatkan fasilitas latihan di Mapolrestabes Surabaya. 

“Kami akan bekerja sama dengan KONI untuk tidak berhenti menggelar turnamen. Sehingga dapat disalurkan pada level yang sportif dalam satu pertandingan,” ujar Yusep. 

Selain itu, lanjut dia, guna meminimalisir adanya gesekan antar perguruan silat dan menghindari penyusupan oleh oknum lain, pihak kepolisian mengimbau agar kegiatan silat tidak digelar pada akhir pekan dan selesai kegiatan tidak ada konvoi.

“Kami sudah sampaikan, kepada perguruan silat, maupun IPSI dan KONI, itu akan terus melakukan peningkatan, buktinya hari ini bukan pertemuan sembarangan. Bahkan pesan kepada masyarakat pendekar di Surabaya untuk tidak melakukan kegiatan,” ucapnya.

“Khususnya weekend atau hari libur, dengan pertimbangan menghargai dinamika masyarakat. Takutnya akan di tunggangi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” imbuh Yusep.

Menurutnya, menjaga kondusifitas dan meminimalisir gesekan antar perguruan silat di Kota Surabaya, pihak kepolisian dan 35 pimpinan organisasi pencak silat di Surabaya juga menggelar ikrar Pendekar Wani Jogo Suroboyo.

Dalam ikrar tersebut, puluhan organisasi pencak silat berkomitmen saling menjaga keamanan Kota Surabaya.

“Melaksanakan ikrar bersama, untuk menjaga kebersamaan, menjaga keamanan, menjaga marwah dari pada seorang pendekar bela diri Kota Surabaya,” ungkap Mantan Direskrimsus Polda Jatim itu.

Yusep menyebutkan, ada empat hal di dalam ikrar yang diucapakan oleh pimpinan dan perwakilan perguruan silat di Kota Surabaya secara tulus dan ikhlas.

Bagi dia, para pendekar silat di Kota Surabaya mempunyai niat baik untuk berkiprah dalam ajang prestasi dan menjaga serta mengamankan Kota Surabaya. 

“Insya Allah atas kesempatan dan kepercayaan masyarakat, khususnya Ketua IPSI dan teman-teman perguruan silat yang anggotanya 5500 akan menunjuk saya sebagai Ketua Pembina,” tandasnya. 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.