Desember 5, 2022

Tangerang: Tujuh kurir narkotika jenis ekstasi dan sabu-sabu jaringan Malaysia, berinisial MK, Y, S, E, H, AF dan AP dibekuk Satuan reserse narkoba Polres Tangerang Selatan, Banten. Sementara dua bandar besar yang diduga berasal dari Malaysia, berinisial N dan B, dinyatakan sebagai buron alias daftar pencarian orang (DPO).
 
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, menegaskan, tujuh kurir yang ditangkap merupakan hasil pengembangan perkara narkotika dengan barang bukti sabu-sabu 16 kilogram di wilayah Dumai, Kepuluan Riau.
 
“Setelah kita telusuri, mereka (kurir) diamankan dari TKP di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan perumahan Pesona Bumi Mayang, Jambi. Barang butki yang diamankan satu bungkus plastik bening berisi 6.800 pil ekstasi warna biru,” jelas Sarly Sollu, di Mapolres Tangsel, Senin, 7 November 2022. 


Selain penangkapan kurir, Sat Narkoba Polres Tangsel, juga mengungkap barang bukti 5 kilogram sabu-sabu yang dikemas teh cina. 
 
Sarly menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari transaksi narkotika di Tangerang Selatan, yang dikirim dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Jambi. Petugas kemudian membagi dua tim melakukan pengembangan ke Jakarta Utara dan Jambi.
 

Saat terduga pelaku sedang bertransaksi narkotika jenis ekstasi di jalan Kebon Bawang, Jakarta Utara, polisi membekuk Y di wilayah Jakarta. 
 
“Keterangan tersangka Y, narkoba  dari tersangka S, di wilayah Belawan Dua, Medan. Keduanya mengaku ekstasi tersebut diperoleh dari tersangka B, berkewarganegaraan Malaysia yang kami tetapkan sebagai DPO,” ungkap Kapolres. 
 
Sementara tim 2 yang melakukan pengembangan ke Jambi, memperoleh empat orang tersangka sekaligus berinisial E, H, AF dan AP yang berada di perumahan Bumi Pesona, Jambi. Di lokasi itu, polisi mendapat 5 bungkus plastik teh cina, berisi 5 kilogram sabu-sabu. 
 
“Hasil keterangan empat tersangka, barang bukti itu didapat dari tersangka N, dengan cara diletakan di pinggir jalan. Pengakuan para tersangka, 6.800 ekstasi dan sabu 5 kg yang telah diamankan, rencananya diedarkan ke wilayah Jawa, Sumatra dan khsusunya Jakarta serta Tangerang,” ucap dia.
 
Atas perbuatan para tersangka kurir narkoba itu, polisi menjerat mereka dengan Pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika. Ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau mati dan denda Rp 1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. 
 
Dari tujuh tersangka itu, polisi menyita 5 kilogram sabu, 6.800 pil ekstasi, 10 unit handphone, dua buku tabungan dan dua kartu ATM. “Pengakuannya barang narkotika itu, dipersiapkan untuk tahun baru,” ucap dia.
 

(MEL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.