November 26, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Penggunaan situs videoweb seperti Youtube yang benar dan terarah memang jauh memberi manfaat, karena tidak sekadar ditonton banyak orang tetapi juga bisa menginspirasi lebih banyak orang.

Hal itu yang didapatkan dari Arifulloh Rafsanjani (25), pemuda asal Lamongan yang mampu merebut hati jutaan viewers berkat konten social experiment lewat kanal ‘ Zan Films ‘ miliknya.

Tak disangka, ketekunan Arifulloh menebar empati lewat videonya di YouTube itu, secara finansial juga mengantarkannya sebagai YouTuber sukses. Anak petani dari Desa Gempol Pading, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan itu telah memiliki 3,2 juta subscriber di kanal miliknya.

Ia sudah mampu menghasilkan ratusan juta per bulan dari konten social experiment yang ia kelola di kanal YouTube miliknya.

Tetapi social experiment yang menjadi konten di kanal YouTuber miliknya, seperti berkaca pada perjalanan hidupnya yang pahit di masa lalu. Di usia muda, Arifulloh sudah pernah menjalani kehidupan sebagai tukang ojek dan berjualan baju online.

Sebelum menjadi YouTuber, kehidupan Arifulloh terbilang pas-pasan, bahkan saat menjadi tukang ojek ia pernah kehabisan bensin dan kehujanan saat menarik ojek. “Saya anak petani tidak punya banyak penghasilan, pernah jadi tukang ojek. Kehabisan bensin di jalan juga saya alami kala itu,” kisah Arifulloh kepada wartawan, Minggu (6/11/2022).

Dan berbekal kesabaran saat menekuni media sosial, Arifulloh kini menjadi orang sukses dari hasil konten YouTube. Ia bahkan bisa menikmati bangku kuliah, membeli mobil mewah dan juga rumah.

Arifulloh mengawali karier menjadi seorang YouTube saat berada di Kota Bandung pada 2015. Saat itu, Arifulloh memulainya dengan membuat konten untuk kanal musik bergenre akustik. Tetapi dirasa kurang mengena di hatinya, ia berpindah lagi ke vlog dan drama komedi.

Ternyata perpindahan konten itu juga belum berhasil menaikan jumlah viewer-nya. Lantas itu baru menemukan passion ketika membuat video social experiment yang belakangan disukai banyak orang. Tentu social experiment itu bertujuan baik dan bisa mendorong orang lain berbuat kebaikan serupa.

“Sempat ganti-ganti kanal, tetapi akhirnya konten eksperimen yang dikenal dengan gembel sultan justru banyak penggemarnya dan disukai oleh banyak orang,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan jumlah viewer maksimal, Arifulloh terus menuangkan inovasinya dalam setiap kontennya. Ia terus belajar mengikuti seminar YouTuber yang diadakan oleh Bayu Skak pada tahun 2018. Kemudian Arifulloh membuat konten social experiment dan akhirnya meraih sukses.

“Pada 2018 saya melihat jika peluang menjadi YouTuber ini sangat bagus dan akhirnya sampai sekarang saya bisa membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

Arifulloh mengaku, tujuan menjadi YouTuber memang untuk menyalurkan hobi. Arifulloh memang senang dengan videografi dan suka menciptakan ide-ide unik. Kemudian videonya itu diupload di kanal YouTube miliknya, Instagram dan media lainnya.

Ia tidak sendirian, untuk membuat konten di YouTube, Arifulloh dibantu oleh 7 orang rekannya. Tim yang dilibatkan juga dituntut terus mengasah kemampuan agar berkreasi menyuguhkan konten-konten yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.