November 26, 2022

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Curah hujan sedang tinggi, sejumlah wilayah di Sidoarjo berpotensi mengalami banjir.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan sejumlah strategi penanganan. Termasuk menguatkan lima rumah pompa dan 30 unit pompa yang disebar di berbagai wilayah.

Lima rumah pompa yang ada, semua dibangun di dekat lokasi rawan banjir. Termasuk di depan Lippo Plaza, rumah pompa Desa Banjarasri, Desa Banjarpanji, Desa Kedungbanteng dan rumah pompa Desa Penatarsewu.

“Rumah pompa di depan Lippo Plaza itu sedang proses pembangunan dan segera selesai. Kapasitasnya bisa menyedot air sekira 200 liter per detik. Kekuatan pompa itu sama dengan pompa yang lama yang ada sekarang,” kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Senin (7/11/2022).

Menurutnya, penambahan rumah pompa ini mengantisipasi genangan air yang kerap terjadi di jalan depan Lippo Plaza setiap kali hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

Dengan adanya rumah pompa itu, sewaktu air menggenang, dua unit pompa di sana yang masing-masing berkapasitas 200 liter per detik, langsung dikerahkan.

“Jika satu pompa membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyedot genangan air, berarti dua pompa bisa lebih cepat. Agar jalan utama antar wilayah itu tidak sampai terdampak lama ketika genangan terjadi,” lanjut Gus Muhdlor, sapaan Bupati Sidoarjo.

Disebutnya, bahwa Jalan Raya Jati termasuk vital, karena jalur utama menuju Sidoarjo Barat dan sebaliknya dari barat menuju jalan tol dan menuju kota.

Karena itu, potensi banjir di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Sedangkan pembangunan rumah pompa baru di kawasan Kecamatan Tanggulangin di empat desa yaitu Desa Banjarpanji, Banjarasri, Kedungbanteng dan Penatarsewu tersebut sebagai antisipasi banjir rob.

Empat desa itu merupakan kawasan pertambakan dan dekat dengan laut. Bila terjadi hujan deras dan disertai air laut pasang maka sangat berpotensi banjir rob di empat desa tersebut

“Kemudian dalam menghadapi banjir rob, kami antisipasi dengan menambah rumah pompa di daerah yang rawan banjir. Yakni di kawasan empat desa di Kecamatan Tanggulangin. Selain menambah unit pompa, Dinas PU Bina Marga SDA juga saya minta normalisasi saluran,” lanjut Gus Muhdlor.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas PU BMSDA juga menyiagakan sejumlah pompa portable. Sedikitnya ada 30 pompa yang disiapkan.

Menurut Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas PU BMSDA, Rizal Asnan, selain 30 unit pompa itu juga ada tujuh pompa portable yang disiagakan. Ini yang bisa digeser sewaktu-waktu ke lokasi yang membutuhkan.

“Sebanyak 30 unit pompa yang disiagakan itu lokasinya tersebar, yaitu di Dam Banjarpanji ada 4 unit, Dam Kedungbanteng ada 3 unit, Dam Banjarasri ada 3 unit, pintu air Muafa Penatarsewu ada 3 unit, Lapindo Desa Banjarasri ada 3 unit, Belakang Balai Desa Banjarpanji ada 2 unit, Jembatan besi Kedungbanteng  1 unit, Lapindo Desa Kedungboto 1 unit, Desa Candipari  1 unit, Lippo Plaza ada 2 unit dan yang standby di Workshop Dinas PU BMSDA ada 7 unit,” urainya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.