Desember 5, 2022

Malang: Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi larangan menggelar laga kandang di Malang kepada Arema FC atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan jiwa pada awal Oktober lalu. Sanksi tersebut diterima manajemen Arema dengan legawa, tapi mereka belum mendapat stadion pengganti karena masih menunggu format dan tanggal kelanjutan kompetisi.
 
Berdasarkan pasal 69 ayat 1, Ayat 2 dan Ayat 3 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, nantinya Arema wajib menggelar laga kandang dengan jarak minimal 250 kilometer dari markas mereka di Stadion Kanjuruhan, Malang hingga akhir musim kompetisi 2022-2023. Namun hingga kini, kompetisi masih belum dilanjutkan.
 
“Kepastian dimana venue Arema FC setelah mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI pasca tragedi Kanjuruhan tentu akan segera dipastikan menunggu keputusan format kelanjutan kompetisi nanti seperti apa,” kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, Senin (7/11/2022).


Tatang juga menginformasikan, manajemen Arema FC baru saja menggelar owner’s club meeting pada Jumat 4 November lalu. Pada pertemuan itu, format kompetisi menjadi bahasan serius, apakah nantinya Liga 1 Indonesia bakal dilanjutkan dengan skema home away atau centralized bubble.
 
“Dua hal tersebut (home away atau centralized bubble) masih menjadi bahasan. Namun kami yakin hal ini akan segera dipastikan secepatnya,” tutur Tatang.
 
Kendati masih menunggu kepastian, Tatang menegaskan sangat menghormati adanya gelombang aspirasi Aremania–sebutan suporter Arema yang menolak kompetisi dilanjutkan dengan sistem bubble dan tanpa penonton. Dia pun berharap, sanksi atas Tragedi Kanjuruhan dilimpahkan kepada klubnya saja. 
 
“Soal adanya penolakan di supporter terkait format bubble dan tanpa penonton, kami sangat respek dengan hal itu. Sekali lagi, cukup Arema FC saja yang mendapatkan hukuman ini. Kami akan jalani dengan legowo,” jelas Tatang.
 
Sebelumnya, Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing memang mengumumkan bahwa kelalaian dan kesalahan badan pelaksana laga Arema merupakan salah satu penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Kemudian, selain dijatuhi sanksi larangan menggelar laga kandang di Malang, Arema juga kena denda Rp250 juta.
 

(KAH)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.