Desember 4, 2022

 

SURYA.co.id | MALANG – Suporter Arema FC, Aremania turun jalan menggelar aksi di sejumlah titik di wilayah Malang Raya, Minggu (20/11/2022).

Aksi turun ke jalan Aremania ini untuk menyuarakan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.

Di tengah Aremania sibuk turun kejalan untuk menyuarakan usut tuntas karena ratusan nyawa Aremania meninggal, manajemen Arema FC disibukkan soal pembentukan tim pemulihan Arema FC.

Surya.co.id pun minta tanggapan pada manajemen Arema FC soal aksi turun ke jalan Aremania.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji yang biasa menjadi ‘juru bicara’ tim sebelum tragedi Kanjuruhan terjadi terkait klub, juga bungkam ketika dihubungi lewat WhatsApp ataupun telefon.

Saat ini manajemen Arema FC senang mengeluarkan rilis soal klub dengan mencantumkan komentar Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto yang sebelumnya namanya tak pernah terdengar di publik.

Di saat Aremania sibuk turun ke jalan, manajemen Arema FC sibuk terlibat dalam UEFA Assist Program yang digelar di Jakarta pada 18-23 November 2022.

Diskusi tata kelola klub sepak bola menjadi salah satu pembahasan di UEFA Assist Program.

“Banyak wawasan yang didapatkan dalam UEFA assist program ini, untuk hari pertama ada beberapa materi. Yang menarik adalah opsi bagaimana klub ini dikelola secara membership mengajak potensi fans,” kata Manager bisnis Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi yang hadir dalam kegiatan itu, Minggu (20/11/2022).

Pengelolaan dilakukan dengan konsep membership, maka suporter bisa jadi akan menjadi salah satu unsur pemegang saham klub. Hal ini tentu saja semakin memudahkan suporter untuk mendapatkan akses serta sejalan dengan program klub.

“Dicontohkan dalam workshop tersebut tata kelola berbasis kepemilikan anggota salah satunya adalah Barcelona. Tapi hal itu tentu saja masih menjadi opsi, untuk aplikasinya tentu saja membutuhkan proses, terlebih kultur sepak bola kita berbeda dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Dalam worksho di hari pertama pada Sabtu (19/11/2022) kemarin, materi disampaikan oleh Stuart Robert Larman yang merupakan UEFA Assist Expert, selain tata kelola, operasional dan permodelan klub, Stuart Robert Larman juga menyampaikan mengenai pengembangan sepak bola.

“Pengembangan sepak bola secara detail dan profesional dijelaskan disini, banyak opsi yang bisa dilakukan, tentu saja berkat dukungan semua pihak,” jelasnya.

Keikutsertaan Arema FC dalam UEFA Assist Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Sebelumnya manajemen Arema FC memang intens dalam program-program pemulihan. Tokoh-tokoh sepak bola dilibatkan, baik lokal Malang, nasional bahkan konsultan sepak bola internasional.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.