Desember 8, 2022

Jakarta: PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) membukukan total aset dengan pertumbuhan sebesar delapan persen pada kuartal III-2022 dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Sehingga total aset yang dimiliki menjelang akhir 2022 kini telah mencapai Rp7,54 triliun.
 
Berdasarkan catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di semester I-2022, total aset industri asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen secara year on year (yoy).
 
“Selain tren positif jelang akhir tahun yang diindikasikan dengan pertumbuhan aset, pendapatan premi bruto juga masih bisa menunjukkan pertumbuhan dari Rp4,0 triliun di kuartal III tahun lalu menjadi Rp4,15 triliun untuk periode yang sama di tahun ini,” ungkap Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 7 November 2022.


Dia mengatakan, dalam menghadapi situasi ekonomi global dan nasional yang masih bisa dikatakan cukup fluktuatif, tren positif ini merupakan buah dari pondasi bisnis Astra Life yang dibangun secara kuat, sehingga dapat mencapai profitabilitas yang sustainable.
 
“Kami juga masih akan menghadirkan berbagai inovasi produk dan layanan pada kuartal terakhir tahun ini. Kami optimistis Astra Life masih akan terus mencapai ketinggian baru dan konsisten untuk bertumbuh di atas rata-rata industri,” jelasnya.
 

Di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi ketika aktivitas ekonomi agregat menurun, situasi asuransi jiwa pun menghadapi berbagai tantangan. Namun di tengah kondisi tersebut, hingga kuartal III-2022 Astra Life telah memenuhi komitmen dan tanggung jawabnya melalui pembayaran klaim senilai Rp517 miliar (tidak termasuk manfaat penutupan polis).
 
Walaupun demikian, lanjuta dia, Astra Life tetap mampu melampaui tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu 120 persen. Pada kuartal III-2022, tingkat solvabilitas/RBC Astra Life berada di angka 268 persen.
 
Menjelang akhir tahun, Astra Life masih akan terus berfokus pada upaya menyediakan kebutuhan perlindungan jiwa yang menyeluruh untuk semua segmen masyarakat dengan ekspansi di berbagai kanal distribusi, termasuk pengembangan produk syariah yang sudah dilakukan secara konsisten sejak awal 2019.
 
Sementara dari sisi layanan, Astra Life juga masih terus melakukan pengembangan aplikasi digital dalam genggaman, yaitu MyAstraLife yang merupakan customer hub untuk menjawab berbagai kebutuhan nasabah Astra Life untuk mengakses rincian polis milik nasabah maupun keluarganya sehingga nasabah bisa merasakan pengalaman berasuransi secara lengkap dan menyeluruh.
 
“Dengan semangat #IGotYourBack kami terus melakukan berbagai inovasi baik dari sisi produk maupun layanan yang dilakukan secara berkesinambungan dengan harapan Astra Life bisa menjadi brand asuransi jiwa yang resilien terhadap berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” tutup Windawati.
 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.