Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Sekitar 10 aktivis yang tergabung dalam Perkupulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) Pamekasan, unjuk rasa ke kantor Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Timur, di Jalan Kemuning Pamekasan, Rabu (9/11/2022).

Mereka mempersoalkan pekerjaan presevasi jalan Sampang-Pamekasan-Sumenep, yang terletak di Jalan Jokotole – Raya Sumenep, Pamekasan, berupa pelebaran jalan berikut pemasangan kansteen (pembatas jalan) yang dinilai terdapat beberapa kejanggalan.

Dalam orasinya, koordinator lapangan, Ibas, mengatakan jika pekerjaan itu hanyalah berdasar rekayasa lalulintas, maka lokasi itu tidak termasuk sasaran pekerjaan. “Kami menilai pekerjaan itu terkesan tidak lebih dari tindakan pemerintah yang hanya menghamburkan uang,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, sejak pekerjaan itu digarap sampai sekarang di lapangan tidak terlihat papan nama proyek yang menginformasikan nama paket pekerjaan, lokasi pekerjaan, sumber dana, lama pekerjaan, tanggal kontrak, dimulainya pekerjaan dan penyedia jasa.

Selanjutnya Ibas seperti memberi kuiah cara pengerjaan proyek itu.Ia menjelaskan, seharusnya saat sebelum pemasangan kansteen dari pertigaan Asemmanis hingga ke pertigaan Tambung, terlebih dahulu digali sedalam 15 centimeter dan dipasang rabat dengan beton, serta diberikan acian 2 centimeter.

Setelah itu barulah dipasang kanstin pembatas sehingga aman dan kokoh lalu baru dilakukan pengaspalan. “Dari analisa tersebut, kami menilai metode pekerjaan yang dikerjakan kontraktor PT Trijaya Adymix, Mojokerto, terindikasi asal-asalan. Sehingga bagi masyarakat, pemasangan kansteen itu kurang dirasakan manfaatnya,” papar Ibas.

Karena itu, Ibas meminta agar PT Trijaya Adimix dievaluasi agar tidak terkesan melaksanakan pekerjaan yang diduga asal-asalan dengan cara memperbaikinya dan mendesak penghentian seluruh aktivitasnya, lantaran tidak professional.

Kehadiran pengunjuk rasa ini ditemui KTU PPK 3.3 Pemprov Jatim, Ira Falkiya menjelaskan mengenai permasalahan yang dipersoalkan. Namun, karena jawaban yang disampaikan Ira Falkiya dinilai kurang memuaskan, mereka mendatangi kantor Dishub Pamekasan.

Selanjutnya, Ibas bersama Kadishub Pamekasan, Basri Yulianto, Ira Falkiya dan Kasatlantas Lantas Polres Pamekasan, AKP Mohammad Munir, melakukan pertemuan yang berlangsung tertutup di ruang Kadishub. ****

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.