Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI – Razia dan pengawasan terhadap penjualan obat sirup yang diduga menjadi biang merebaknya gagal ginjal akut, dilancarkan Loka POM Kediri. Sasaran Loka POM adalah beberapa apotek untuk memastikan obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) tidak lagi beredar di pasaran.

Salah satu apotek yang dipantau adalah Apotek Dhoho Sehat di Jalan Dhoho, Kota Kediri, Selasa (15/11/2022). Kegiatan ini dipimpin langsung Singgih Prabowo Adi, FarmApt, Kepala Loka POM Kediri bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Kediri.

Singgih menyampaikan, pemantauan dan pengawasan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Selain itu memastikan obat yang sudah direcall atau ditarik oleh BPOM sudah tidak lagi beredar di Kota Kediri.

Diungkapkan, proses penarikan butuh waktu yang panjang dari industri farmasi, pihak distributor kemudian ke apotek dan toko obat. “Kami ke apotek dan toko obat prosesnya sudah berjalan semestinya,” jelasnya.

Hasil sidak juga menemukan beberapa jenis obat sudah diproses retur ke distributor sehingga proses recall dari peredaran sudah berjalan karena tidak beredar lagi di sarana kefarmasian. Singgih menjelaskan, sesuai rilis dari BPOM beberapa produk sirup telah ditarik dari peredaran di antaranya produksi dari PT AF yang pabrikannya ada di Kota Kediri.

“Dari PT AF jumlahnya cukup banyak sudah ditarik dari distributor. Semuanya sudah proses recall ditarik dan tidak dijual lagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Singgih juga memberikan apresiasi kepada pihak apotek yang telah menarik produknya sehingga tidak beredar di masyarakat. Pihak apotek juga telah melakukan karantina mandiri. “Produknya dipinggirkan ditaruh dalam dus label, jika ada supplier yang datang tinggal mengambilnya,” tambahnya.

Jumlah produk yang telah direcall jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan botol. Diharapkan pihak distributor bakal memberikan laporan jumlah produk yang telah ditarik.

Sementara Abdul Rofik, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Kediri yang mengikuti sidak menjelaskan, jumlah apotek yang ada di Kota Kediri mencapai 110 apotek. Apotek tersebut dimiliki apoteker sendiri atau apotek yang bekerja sama dengan investor.

Sehingga obat sirup yang telah dilarang pemerintah dipastikan sudah tidak ditemukan lagi di apotek. “Apotek 100 persen telah mengikuti himbauan pemerintah. Apalagi di IAI juga ada edukasi dan update dari Kemenkes dan BPOM yang langsung diinformasikan,” jelasnya. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.