Desember 5, 2022

Dili: Sebagai diplomat muda di tahun 1970-an, Jose Ramos-Horta pertama kali mengangkat gagasan bahwa Timor Leste dapat menjadi negara berdaulat dan bergabung dengan blok ekonomi dan politik di Asia Tenggara, ASEAN.
 
Hampir setengah abad kemudian, visi Ramos-Horta tampaknya akan terwujud. Jumat kemarin, ASEAN mengumumkan bahwa pada prinsipnya telah sepakat mengakui Timor Leste sebagai anggota ke-11 blok tersebut.
 
Ramos-Horta, 72, yang keluar dari masa pensiun tahun ini dalam meraih kursi kepresidenan untuk kali kedua, mengatakan mimpi bergabung ASEAN sudah sejak lama dipegangnya.


“Pertama kali saya membicarakan hal itu, mungkin saya baru berusia 24 atau 25 tahun,” katanya, dikutip dari laman The Straits Times, Sabtu, 12 November 2022.
 
“Saya pergi ke Jakarta dan bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik, dan saya tidak memiliki pengalaman diplomatik. Tetapi saya tahu bahwa integrasi regional, keanggotaan di ASEAN, dan hubungan dekat dengan Australia dan Indonesia, sangat penting bagi masa depan Timor Leste,” sambung Ramos-Horta.
 
Saat itu, Timor Leste masih diperintah Portugal, meski sudah jelas bahwa Lisbon akan segera melepaskan koloni tersebut. Timor Leste kemudian dianeksasi Indonesia, dan memperoleh kemerdekaan penuh di tahun 2002.
 
Dalam pertemuan puncak KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, pekan ini, ASEAN mengatakan Timor Leste akan diberikan status pengamat seiring berjalannya proses formulasi “peta jalan menuju keanggotaan penuh.”
 
Seorang diplomat yang bercita-cita tinggi, Ramos-Horta kini menjadi salah satu tokoh politik paling terkenal di Timor Leste.
 
Ia menghabiskan beberapa dekade sebagai juru bicara pejuang gerilya Timor Timur dalam upaya meraih kemerdekaan. Perjuangannya itu berujung pada penganugerahan Hadiah Nobel di tahun 1996.
 
Ramos-Horta menjabat sebagai menteri luar negeri pertama Timor Leste, kemudian perdana menteri dari 2006 hingga 2007, dan presiden dari 2007 hingga 2012. Selama waktu itu, ia selamat dari upaya pembunuhan oleh tentara pemberontak.
 
Menurut Ramos-Horta, menjadi anggota ASEAN sepenuhnya tidak akan terjadi sekejap, dan mungkin akan memakan waktu selama beberapa tahun ke depan. Ia mengatakan keanggotaan ASEAN ini akan menguntungkan Timpor Leste yang masih berusia muda.
 
Timor Leste merayakan 20 tahun kemerdekaan tahun ini. Tetapi negara berpenduduk 1,3 juta orang ini sangat bergantung pada cadangan minyak dan gas yang semakin menipis.
 
Keanggotaan di ASEAN akan memungkinkan Timor Leste untuk membuka hubungan diplomatik yang lebih luas dengan mitra dialog blok tersebut. Timor Leste juga akan mendapat peluang yang lebih besar dalam hal investasi asing langsung, serta kesempatan yang lebih baik kepada masyarakat di bidang pendidikan dan lapangan pekerjaan.
 
“Akan ada lebih banyak fasilitas bagi orang Timor untuk bepergian melintasi ASEAN untuk belajar dan bekerja,” kata Ramos-Horta.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
Baca:  Timor Leste Dapat Dukungan Untuk Bergabung dengan ASEAN
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.