Desember 6, 2022

Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum penting untuk bisa meningkatkan kepercayaan investor pada Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi.
 
“Momentum G20 kami akan jadikan sebagai momentum strategis terukur dan betul-betul kita harus memanfaatkan peluang ini dalam rangka meyakinkan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk tetap percaya kepada Indonesia dalam menanamkan modalnya di negara kita,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers “Investasi Terus Tumbuh Topang Pertumbuhan Ekonomi” dilansir Antara, Kamis, 10 November 2022.
 
Bahlil menuturkan laju Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing langsung yang terus meningkat, begitu pula dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang semakin baik setiap tahunnya terjadi karena kepercayaan luar biasa terhadap Indonesia.


Ia pun menilai kepercayaan tersebut salah satunya juga didukung kepemimpinan Presiden Jokowi yang cemerlang, diantaranya terkait pengendalian covid-19, pemulihan ekonomi, hingga upaya untuk membangun ekosistem dan stabilitas ekonomi.
 




Baca juga: Bahlil: Insentif Libur Pajak Bakal Selektif! 

“Presiden Jokowi menurut saya memimpin negara kita dalam posisi yang on the track dalam konteks mengendalikan pandemi, pemulihan ekonomi, sekaligus mampu melakukan cara di luar kelaziman untuk membangun ekosistem dan stabilitas ekonomi khususnya terkait hilirisasi,” ungkapnya.
 
Dalam forum G20, lanjutnya, Pemerintah Indonesia akan fokus untuk terus mendorong transformasi ekonomi lewat hilirisasi. Ia menyebut hilirisasi tidak hanya terkait nikel.
 
Nikel, menurutnya jadi pelajaran besar bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan nilai tambah ekspor nasional mengingat hilirisasi nikel telah meningkatkan ekspor nasional dari hanya USD3,3 miliar pada 2017 menjadi USD20,9 miliar pada 2021.
 
“Di 2022, taksiran kami akan mencapai USD27 miliar sampai USD30 miliar,” sebutnya.
 
Lebih lanjut ia mengemukakan empat poin yang telah disepakati di tingkat menteri di kelompok kerja perdagangan, investasi dan industri, khususnya sektor investasi, akan masuk dalam pembahasan di tingkat kepala negara nanti.
 
Keempat poin itu yakni hilirisasi dan penciptaan nilai tambah, kolaborasi dengan pengusaha daerah dan UMKM, pemerataan investasi hingga Bali Compendium.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.