Desember 8, 2022

Bali: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah Indonesia akan memberikan layanan terbaik untuk mendukung masuknya investasi, termasuk investasi hijau.
 
Karena itu, Bahlil meminta investor tidak ragu menanamkan modal di Indonesia karena pemerintah akan terus konsisten untuk memberikan kemudahan pengurusan izin berusaha melalui UU Cipta Kerja.
 
“Industri kita saat ini berfokus pada industri hilirisasi. Hal ini berbanding lurus dengan investasi hijau yang berkelanjutan. Pemerintah juga akan memberikan fasilitas terbaik asal sesuai dengan peraturan berlaku,” katanya dalam Forum Investasi B20 yang diadakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 12 November 2022.


Bahlil menjelaskan tujuan investasi di 2022 ini adalah pemerataan investasi di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah tidak hanya fokus terhadap investasi di pulau Jawa. Terbukti, saat ini realisasi investasi luar Jawa sejumlah Rp166,3 triliun (54 persen), sedangkan Jawa sendiri sejumlah Rp141,5 triliun (46 persen).
 
Pada kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dalam penanggulangan pandemi covid-19 yang sudah berjalan selama dua tahun ini, Indonesia mengalami banyak kebangkitan dalam ekonomi digital.
 
Luhut meyakini ekonomi kreatif yang berbasis digital saat ini tidak bisa diragukan kekuatannya, sehingga pengusaha-pengusaha di Indonesia harus terbuka terhadap perkembangan teknologi yang berbasis pada ekonomi hijau.
 
“Indonesia sedang mengalami transformasi ekonomi yang berkelanjutan dengan tujuan zero carbon emission nantinya. Pemerintah memberikan beberapa target yakni bidang pertanian, pengolahan sampah, industri, kehutanan, serta energi. Kita perlu kerja sama yang baik untuk mewujudkan ini semua,” kata Luhut.
 

 
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menegaskan dukungannya terhadap perbaikan perubahan iklim dunia melalui peran pengusaha dalam pemulihan lingkungan. Arsjad menyatakan dukungan Kadin terhadap perbaikan lingkungan terealisasi melalui program Kadin Net Zero Inisiatif Pusat.
 
“Kita semua membutuhkan solusi energi bersih untuk menurunkan emisi dan pembiayaan untuk investasi di industri dekarbonisasi. Saya mendorong para pelaku usaha sebagai tangan pertama dalam menavigasi dekarbonisasi industri,” ujar Arsjad.
 
Ada pun Chairwoman B20 Shinta W. Kamdani memaparkan saat ini nilai rantai industri menghasilkan 74,5 persen emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di seluruh dunia. Akan tetapi pada saat yang sama, bisnis memegang tanggung jawab untuk pemulihan ekonomi yang cepat.
 
Menurut Shinta, hal ini merupakan dilema yang dihadapi para pebisnis dan pemimpin negara dalam mempertahankan target ekonomi jangka pendek yang kuat sambil menjaga keberlanjutan jangka panjang.
 
“Visi bersama kami adalah untuk memungkinkan lebih banyak investasi yang mendukung proses kemampuan lokal untuk menghasilkan produk dan layanan berkualitas tinggi serta berkelanjutan dengan bernilai tambah bagi bahan baku dasar. Ini akan meningkatkan kredibilitas rantai nilai global serta membangkitkan nama Indonesia ke depannya,'” ucap Shinta.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.