November 26, 2022

Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diwakili Tim Instict sukses mengukir prestasi di ajang tahunan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XVII Gelaran yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan ini ITS berhasil menyabet juara III pada kategori Jembatan Pelengkung.
 
Pembimbing Tim Instict ITS Ridho Bayuaji menjelaskan KJI merupakan kompetisi yang mengasah kemampuan mahasiswa dalam mendesain dan menciptakan jembatan. Tim Instict ITS terdiri dari dua mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, yakni Sunu Juan Arismunandar dan Renata Isnawati.
 
“Di sini Tim Instict mendesain jembatan yang berjenis pelengkung atau Arch Steel Bridge,” kata Ridho dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 November 2022.


Tim Instict merancang jembatan pelengkung yang diberi nama Balawan. Ridho mengatakan nama tersebut berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kokoh. Tim Instict berharap jembatan yang didesain juga dapat kokoh menopang kebutuhan infrastruktur Indonesia.
 
KJI tahun ini mengangkat tema Jembatan yang Kokoh, Ringan, Estetik, dan Futuristik. Selain kekuatan rangka jembatan menahan beban, desain jembatan juga menjadi poin krusial dalam penilaian.
 
“Dalam hal ini, Tim Instict merancang jembatan yang dilengkapi dengan pemberian warna merah dan biru yang menarik,” ujar Ridho.
 
Dia memaparkan warna merah di batang Jembatan Balawan artinya tekad kuat. Hal ini mencerminkan generasi muda yang bertekad berkontribusi dalam pembangunan negeri. Sedangkan warna biru pada platnya memiliki arti kepercayaan.
 
“Dengan adanya warna tersebut (biru) mampu membawa kepercayaan terhadap kekuatan jembatan dan kepercayaan terhadap kekuatan generasi saat ini,” tutur dia.
 
Saat menjalani final, kata Ridho, Tim Instict berhasil merakit Jembatan Balawan dengan waktu 167 menit dengan baja karbon yang telah disiapkan. Setelah itu, jembatan peserta diberi beban 5 kilogram sebanyak 12 kali secara bertahap.
 
Setelah diberi beban tercatat Jembatan Balawan memiliki lendutan sebesar 1,65 milimeter yang menempatkannya sebagai jembatan dengan lendutan terkecil kedua pada kategori Jembatan Pelengkung.
 
Pada gelaran KJI XVII ini hadir satu tim lagi dari ITS untuk kategori Jembatan Rangka Baja, yakni Tim Risomas yang berhasil mendapatkan juara Harapan II. Ridho mengaku bangga terhadap usaha tim ITS pada KJI tahun ini.
 
“Semoga tim ITS tahun depan mampu memberikan usaha terbaik lagi,” ujar Ridho optimistis.
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.