Desember 5, 2022

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menggelar Festival Budaya dengan mengusung tema Indahnya Masa Djadoel.

Berbagai kegiatan beraroma djaman doeloe seperti Bazar Tempo Doeloe, Dolanan Tradisional hingga Tandhing Kidung Parikan dihadirkan sebagai nyawa kegiatan ini.

Sebagai salah satu cagar budaya yang penuh dengan kisah sejarah, Balai Pemuda Surabaya menjadi lokasi yang sangat menunjang dalam penyelenggaraannya.

“Festival budaya ini digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur 77 tahun, Hari Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan. Kami hadir berkontribusi mempersembahkan festival budaya kearifan lokal Jatim, namun juga terdapat performing art tarian dari seluruh nusantara. Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, bagaimanapun budaya harus dilestarikan,” kata Busrul Imam, Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim, Selasa (8/11/2022).

Khusus untuk budaya lokal, harus dilestarikan dan kembangkan dengan konsep tandhing ngidung parikan bagi anak-anak muda mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Hadir secara langsung pejabat daerah setempat Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Jawa Timur, Budi Hanoto, serta Anggota DPR-RI Komisi XI, Indah Kurnia.

Masyarakat yang hadir terlihat menikmati makanan dan minuman djadoel yang telah disediakan di sana.

Selain itu masyarakat juga bisa terbawa suasana djaman doeloe melalui permainan permainan tradisional yang telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh panitia.

“Suatu kehormatan bagi saya berada di festival budaya bankjatim yang nyaman dengan bernostalgia bersama merasakan kuliner tradisional, permainan tradisional, seni & budaya tradisional. Melalui beberapa permainan tradisional di festival budaya ini, diharapkan memberikan pesan kepada anak – anak muda bahwa permainan yang melibatkan orang disekitar dengan interaksi secara langsung jauh lebih baik daripada sendirian. Terim akasih kepada bankjatim atas apresiasi kepada para generasi penerus seniman dengan mengadakan tandhing kidung parikan pertama kali di Jawa Timur,” ungkap Indah Kurnia.

Masyarakat juga dapat mengikuti Tandhing Kidung Parikan bankjatim yang dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu kategori pelajar dan Umum.

Dengan totai hadiah puluhan juta rupiah, para semifinalis dan finalis peserta lomba yang terpilih akan tampil secara langsung di Balai Pemuda Surabaya.

“Budaya parikan khas Jawa Timur merupakan alat komunikasi sederhana, melalui penggunaan bahasa egaliter yang disampaikan secara jenaka. Budaya tersebut diharapkan mampu membentuk pola komunikasi yang mudah diterima banyak pihak serta efektif dalam menyampaikan pesan budaya yang ada. Semoga event ini membawa semangat kita bersama untuk melestarikan budaya lokal” terang Busrul.

Beberapa kesenian tradisional dari berbagai daerah juga disajikan guna mengenalkan budaya-budaya di Indonesia.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.