Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Para nelayan di Wonorejo, Surabaya sukses memanen 5 kuintal bandeng dari hasil budidaya ikan di tambak.

Ini merupakan bagian dari program padat karya melalui pemanfaatan aset Pemkot Surabaya.

“Ini merupakan program pemberdayaan nelayan. Tujuannya, untuk mendapatkan penghasilan tambahan di samping mereka melaut,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti di Surabaya, Kamis (17/11/2022).

Di kawasan Wonorejo, para nelayan yang mendapatkan intervensi ini di antaranya adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rukun Makmur. Mereka memanfaatkan aset Pemkot Surabaya seluas 7 hektare.

Pemanfaatan aset untuk tambak disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan keinginan masyarakat. Harapannya, masyarakat bisa berdaya secara ekonomi.

Selain pemberian aset, Pemkot Surabaya juga memberikan sejumlah intervensi lain. Di antaranya, memberikan pendampingan kepada nelayan, penyediaan benih hingga pakan.

“Dalam penyediaan benih, kami hitung nilai ekonomisnya. Sehingga, untuk sekian hektare, sekian benih yang dibutuhkan,” jelas Antiek.

Pemilihan bandeng sebagai komoditas pengembangan ekonomi, nelayan juga mempertimbangkan banyak aspek. Selain nilai ekonomis, juga menyesuaikan dengan habitat.

“Airnya payau sehingga cocok untuk bandeng. Nilai jualnya (bandeng) juga tinggi dan mudah diserap pasar,” ungkap Antiek.

Untuk sasaran pemasaran hasil panen, lanjut Antiek, petani biasanya memasarkan ke sejumlah pasar tradisional.

“Sudah banyak yang membeli. Para nelayan sudah punya langganan (pembeli),” ujarnya.

Penjualan hasil panen akan dimanfaatkan untuk kebutuhan nelayan. Juga, untuk persiapan pembibitan selanjutnya dan penyediaan pakan.

“Setelah sebelumnya kami memberikan stimulus untuk benih dan pakan, maka selanjutnya mereka harus bisa budidaya sendiri. Termasuk, dengan penyediaan benih dari hasil penjualan panen,” tutup Antiek.

Program padat karya melalui pemanfaatan aset Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) untuk tambak menjadi salah satu strategi pengembangan ekonomi masyarakat.

Di samping itu, ada berbagai aset Pemkot Surabaya untuk program padat karya lainnya.

Di sisi lain, para nelayan siap melanjutkan program ini dengan pembibitan selanjutnya.

“Selama ini kami mendapatkan bantuan benih dan pakan,” kata Muminin Wakil Ketua KUB Rukun Makmur dikonfirmasi terpisah.

“Program ini sangat membantu kami. Terutama, dalam meningkatkan ekonomi nelayan,” tandasnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.