November 26, 2022

Bangkok: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya menghubungkan kembali semua ekonomi APEC sebagai kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan. Dalam hal ini, diusulkan sebanyak dua fokus kebijakan yakni sinergi sistem kesehatan dan konektivitas digital.
 

Ia mengatakan akses untuk mendapatkan vaksin dan transparansi dalam kebijakan kesehatan merupakan hal yang fundamental untuk pembukaan akses perjalanan yang aman dan menghubungkan kembali kawasan APEC.
 

“Perbedaan jenis vaksin antar ekonomi tidak perlu menjadi penghambat untuk pelaku perjalanan dalam kawasan APEC,” tegas Menko Airlangga, dilansir dari keterangan tertulisnya, Jumat, 18 November 2022.


Airlangga juga menyampaikan pentingnya global solidarity yang telah terbukti ketika pandemi covid-19 melanda dunia. “Pandemi covid-19 menunjukkan kepada kita global solidarity bukan hanya jargon. Tidak ada yang benar-benar aman, sampai seluruh dunia aman,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga mendorong interoperability sertifikat vaksinasi di antara Ekonomi APEC. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengakui dan menerima berbagai macam jenis vaksin. Indonesia telah mempeloporinya dengan mengakui 98 jenis vaksin berbeda dari ekonomi APEC dan terus melakukan asesmen untuk pengakuan lebih banyak jenis vaksin covid-19.
 

Ia menggarisbawahi peran penting konektivitas digital yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Untuk mendukung hal itu, Indonesia membangun interoperability aplikasi pelacakan Covid-19 PeduliLindungi dengan aplikasi pelacakan lainnya seperti TraceTogether (Singapura), Tawakkalna (Saudi Arabia), dan European Union DCC (Uni Eropa).
 

Namun demikian, Airlangga melihat bahwa masih terdapat tantangan untuk mewujudkan konektivitas digital, salah satunya digital divide yang terjadi baik di dalam maupun antar ekonomi APEC. Adapun APEC perlu mempromosikan interkonektivitas kawasan yang lebih luas.
 

“APEC dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan yang ditimbulkan. Public-Private-Partnership dapat kita dorong untuk pengembangan infrastruktur digital dan sumber daya manusia,” pungkas Menko Airlangga.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 

(ABD)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.