Desember 5, 2022

Jakarta: PT Bio Farma (Persero) memanfaatkan momentum KTT G20 untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi internasional dalam upaya peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan vaksin dan obat secara global.
 

“Saat kami recover dari pandemi, ada event G20, kami manfaatkan untuk kolaborasi. Kerja sama internasional yang sudah terjalin saat pandemi kami pertahankan, bahkan kami tingkatkan,” kata Direktur Transformasi dan Digital PT Bio Farma (Persero) Soleh Ayubi dikutip dari Antara, Selasa, 8 November 2022.
 
Ayubi menjelaskan tiga tahap yang dialami oleh perseroan dan sangat berpengaruh terhadap kinerja, yakni fase sebelum pandemi, fase pandemi, dan fase setelah pandemi.
 
Ayubi menjelaskan kondisi Bio Farma pada fase sebelum pandemi merupakan salah satu perusahaan produsen vaksin nomor lima dunia. Bio Farma secara rutin mengekspor vaksin polio ke 150 negara di dunia dan menguasai 70 persen pangsa pasar global.


Namun ketika memasuki fase pandemi, Bio Farma mendapatkan tantangan yang baru dirasakan seperti kekurangan bahan baku yang 95 persennya masih impor, hingga tidak terkoneksinya layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Namun tantangan tersebut juga dialami oleh perusahaan besar di seluruh dunia.
 
Pada fase pandemi tersebut berbagai peneliti dan perusahaan farmasi di seluruh dunia berkolaborasi untuk menciptakan vaksin covid-19 dan berbagai penanganannya.
 
Sementara itu pada fase setelah pandemi, lanjut Ayubi, harus dimanfaatkan dengan meneruskan kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya di masa pandemi untuk menyiapkan sistem kesehatan yang lebih baik lagi untuk mengantisipasi potensi pandemi selanjutnya.
 

Ayubi menjelaskan Bio Farma telah menjalin beberapa kerja sama internasional pada gelaran G20 State-owned-Enterprise (SoE) International Conference & Expo 2022.
 
Kerja sama tersebut yaitu antara Bio Farma dengan Suzhou Ronnsi Pharma Co Ltd terkait bahan baku, dan kerja sama dengan ConnectedLife Health Singapore berupa kerja sama komersialisasi layanan preventive care.
 
Ayubi menjelaskan Bio Farma juga siap untuk memproduksi vaksin covid-19 IndoVac sebanyak 20 juta dosis pada sisa akhir tahun ini, dan mampu memproduksi 120 juta dosis yang juga bisa dimanfaatkan untuk ekspor.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 

(SAW)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.