Desember 5, 2022

SURYA.co.id – Inilah profil dan biodata Kombes Hengki Haryadi yang saat ini masih berjuang memecahkan kasus sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu mengerahkan jajarannya untuk menyelidiki penyebab dan motif kematian sekeluarga yang tewas tersebut.

Kombes Hengki Haryadi juga selalu tampil memberikan info terbaru terkait update terbaru sekeluarga tewas di Kalideres.

Melansir dari Wikipedia, Kombes Hengki Haryadi lahir 16 Oktober 1974.

Ia adalah seorang perwira menengah Polri yang sejak 13 April 2022 mengemban amanat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Hengki, lulusan Akpol 1996 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhirnya adalah Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pendidikan Kepolisian:

Riwayat Jabatan:

  • Pamapta II Polres Dili (1997)
  • Kasat Lantas Polres Manatuto (1998)
  • Kasat Lantas Polres Dili (1999)
  • Wakapolsek Lengkong (1999)
  • Kasat Lantas Polres Garut (2001)
  • Pama Polda Lampung (2002)
  • Kasat Reskrim Polres Tulangbawang (2004)
  • Kapolsek Telukbetung Selatan (2005)
  • Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung (2006)
  • Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung (2008)
  • Pamen Polda Metro Jaya (2010)
  • Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops Polda Metro Jaya (2010)
  • Kapolsek Metro Gambir (2011)
  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat (2011)
  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2012)
  • Kapolres KP3 Tanjungpriok[2] (2014)
  • Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016)
  • Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri (2017)
  • Kapolres Metro Jakarta Barat (2017)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri[3] (2019)
  • Kapolres Metro Jakarta Pusat (2020)
  • Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2022).

Temukan Petunjuk Penting

Sementara itu, Polisi masih terus mendalami misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Dari upaya penyelidikan tersebut, polisi mengeklaim telah menemukan sejumlah petunjuk penting.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menuturkan, petunjuk penting didapatkan setelah adanya keterlibatan beberapa pihak.

Salah satu petunjuk penting yang ditemukan kepolisian yakni soal perbedaan waktu kematian keempat korban di dalam rumah tersebut.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.