November 26, 2022

Mogadishu: Lima orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di kamp pelatihan militer Somalia, kata pejabat pemerintah kepada kantor berita AFP, Minggu, 6 November 2022. Serangan ini diklaim kelompok ekstremis al-Shabaab, satu pekan setelah ledakan ganda yang menewaskan 116 orang.
 
Serangan terbaru pada Sabtu kemarin di kamp ibu kota Somalia, Mogadishu, terjadi ketika pemerintah mengintensifkan operasi melawan al-Shabaab yang telah memimpin pemberontakan selama 15 tahun di negara Tanduk Afrika tersebut.
 
“Ledakan bom bunuh diri terjadi di pintu masuk, dan lima anggota baru tewas dalam ledakan dengan lebih dari sepuluh lainnya terluka,” kata perwira militer Mohamed Abdullahi kepada AFP.


Pejabat Angkatan Darat Somalia Adan Yare juga mengonfirmasi kematian lima orang. “Di antara korban adalah warga sipil yang tinggal di dekat kamp pelatihan Xero Nacnac,” ucapnya kepada AFP.
 
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Somalia terkait serangan terbaru al-Shabaab.
 
Al-Shabaab, kelompok terafiliasi al-Qaeda, telah meningkatkan serangan mereka di Somalia sejak Presiden Hassan Sheikh Mohamud menjabat pada Mei lalu. Saat resmi menjabat, sang presiden bersumpah untuk melancarkan “perang habis-habisan” melawan para teroris dan ekstremis.
 
Jumat lalu, Kementerian Informasi Somalia mengatakan bahwa militer telah membunuh lebih dari 100 militan al-Shabaab dalam sebuah operasi di negara bagian Hirshabelle.
 
Akhir pekan lalu, al-Shabaab melancarkan dua serangan bom mobil yang menargetkan gedung Kementerian Pendidikan Somalia. Itu merupakan serangan paling mematikan di Somalia dalam lima tahun terakhir.
 
Baca:  Korban Ledakan di Gedung Kementerian Pendidikan Somalia Jadi 120 Orang
 
Dua bom mobil itu terjadi di persimpangan yang sama di mana sebuah truk penuh bom meledak pada 14 Oktober 2017, menewaskan 512 orang dan melukai lebih dari 290. Itu merupakan serangan paling mematikan di Somalia.
 
Agustus lalu, al-Shabaab melancarkan serangan senjata api dan bom selama 30 jam di hotel Hayat di Mogadishu, menewaskan 21 orang dan melukai 117 lainnya.
 
Berusaha menggulingkan Pemerintah Somalia, al-Shabaab telah diusir dari ibu kota pada 2011 oleh pasukan Uni Afrika.
 
Tetapi kelompok itu masih menguasai petak-petak pedesaan di Somalia dan terus melancarkan serangan mematikan terhadap sasaran sipil, politik, dan militer.
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.