Desember 4, 2022

Jakarta: Mahasiswa Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta Angkatan 2020, Kristian Zefanya, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam kompetisi Indonesia Packaging (InPack) Design Competition 2022. Kompetisi mengangkat tema “Indonesian Reuseable Packaging”.
 
Kompetisi desain kemasan tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta didukung Dampu Design dan Indonesia Packaging Federation (IPF). Kristian terpilih sebagai salah satu dari tujuh nominasi terbaik pada InPack 2022 dan akan diikutsertakan dalam ajang Asia Star Award 2022.
 
Kristian mempersiapkan diri dengan mengembangkan tiga gagasan ide desain kemasan yang dibimbing oleh dosen dan Ketua Prodi Desain Produk UKDW Yogyakarta, Kristian Oentoro. Setelah mendapat masukan dan menyempurnakan proses ide desain, akhirnya Kristian menghasilkan desain final yang diberi judul Spoontea.


Spoontea ialah merek kemasan teh berbentuk sendok, ini bukan kemasan sekali pakai saja. Apabila ingin menyeduh teh dapat langsung digunakan dengan sendok ini.
 
“Ketemu ide desain berbentuk sendok untuk teh, supaya praktis sendoknya itu mewadahi tehnya juga,” kata Kristian dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 November 2022.
 
Dia mengungkapkan cara pengunaannya, yakni dengan menyiapkan air panas saja, lalu mencelupkan mulut sendok yang memiliki bolongan ke dalam gelas, sari-sari teh nantinya akan terlarut dengan sendirinya lewat lubang-lubang tersebut. Kristian juga membuat model digital yang dilengkapi dengan deskripsi desain kemasan yang dibuat. Hal ini dilakukan sebelum tahap pengumpulan karya secara online.
 
Pada tahap semifinal, finalis diminta membuat prototype dan mengirimkan ke Politeknik Negeri Jakarta. Berdasarkan hasil penjurian oleh dewan juri, Kristian meraih Juara Harapan 2.
 
Panitia juga menginformasikan desain yang dirancang Kristian mendapat kesempatan mengikuti kompetisi Asia Star Award dan World Star Award. Kristian mengungkapkan ia mendapat banyak masukkan dari dosen pembimbing kompetisi desain.
 
“Terutama saat berinovasi, kita bisa menggabungkan antara masalah yang ada dan inovasi supaya hasil akhirnya dapat memecahkan masalah secara praktis tapi inovatif, serta memberikan kesan cerdas dan memudahkan orang untuk menggunakan kemasan tersebut,” papar dia.
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.