Desember 6, 2022

Cara blokir kendaraan baik STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) motor maupun mobil sekarang semakin mudah. Bahkan, kamu bisa melakukannya sendiri dari rumah tanpa perlu datang ke Samsat atau blokir stnk online. 

Cara ini tentunya akan sangat membantu kamu yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk datang langsung ke kantor Samsat. Selain itu, memblokir STNK kendaraan juga penting dilakukan, terutama jika kamu baru saja menjual kendaraan lamamu atau hilang agar terhindar dari pajak progresif

Lantas, bagaimana cara blokir kendaraan online baik STNK motor maupun mobil ini dan apa saja kerugian jika tidak melakukan blokir kendaraan? Simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Syarat blokir STNK motor dan mobil

Untuk memblokir kendaraan, kamu harus tahu dulu apa saja syarat blokir kendaraan yang harus dipenuhi. Berikut adalah persyaratan blokir STNK motor dan mobil:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Apabila diwakilkan oleh orang lain, maka harus melampirkan surat kuasa bermaterai dan fotokopi KTP yang akan diwakilkan
  • Fotokopi surat/akta penyerahan atau bukti pembayaran
  • Fotokopi STNK/BPKB
  • Surat pernyataan yang bisa diunduh di website Samsat masing-masing daerah. 

Perlu diingat bahwa, cara blokir kendaraan yang sudah dijual maupun hilang secara online belum diterapkan pada semua daerah. 

Salah satu daerah yang sudah menyediakan layanan blokir kendaraan online adalah DKI Jakarta. Pastikan Samsat di provinsi kamu sudah menerapkan cara blokir kendaraan online, ya. Jika belum datangi Samsat untuk mendapatkan surat pernyataan. 

Cara blokir kendaraan di kantor Samsat

Cara blokir kendaraan yang pertama adalah dengan datang ke kantor Samsat. Tentunya, kamu harus datang ke Samsat Induk sesuai wilayah kendaraan yang terdaftar. 

Berikut cara blokir kendaraan di Samsat. 

  1. Siapkan syarat blokir kendaraan di Samsat yang sudah disebutkan di atas. 
  2. Kamu akan diminta untuk pergi ke bagian blokir progresif
  3. Setelah itu, kamu akan diminta untuk mengisi formulir pemblokiran dengan tanda tangan materai 10 ribu rupiah.
  4. Jika sudah selesai, serahkan semua dokumen dan formulir pendaftaran kepada petugas Samsat dan tunggu sebentar hingga petugas memanggil nama kamu. 
  5. Ketika dipanggil, kamu akan menerima fotokopi formulir yang sudah diberi cap resmi sebagai bukti permohonan blokir kendaraan. 

Sebagai gambaran, kamu bisa melihat contoh formulir permohonan blokir kendaraan dan surat kuasa blokir STNK di situs

Cara blokir STNK di Samsat Keliling

Jika lokasi kantor Samsat kamu terlalu jauh dengan rumah, jangan khawatir karena sejumlah daerah juga punya program Samsat Keliling, lho

Selain untuk membayar pajak tahunan mobil atau motor, Samsat keliling juga melayani blokir kendaraan juga. Kamu tinggal mencari tahu jadwal Samsat keliling di kotamu. 

Adapun langkah-langkah cara blokir stnk mobil yang sudah dijual sebenarnya sama dengan ketika kamu ke kantor Samsat. 

Cara blokir STNK mobil dan motor online

Dulu, pemblokiran kendaraan hanya bisa dilakukan offline, yakni dengan cara datang langsung ke kantor Samsat. Hal inilah yang terkadang membuat sebagian orang malas untuk melakukan blokir kendaraan. 

Kabar baiknya, sekarang cara blokir STNK motor dan mobil sudah bisa dilakukan secara online. Jadi, kamu tidak perlu datang ke kantor Samsat. Namun, tidak semua daerah memiliki layanan ini. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah DKI Jakarta. 

Adapun persyaratan cara blokir STNK motor online Jakarta juga sama seperti persyaratan yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Namun, jika semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap, berikut cara blokir kendaraan online yang sudah dijual maupun hilang secara online

Cara blokir kendaraan online jakarta

Buat kamu warga DKI Jakarta, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan blokir pajak kendaraan online.

  1. Buka website pajakonline.jakarta.go.id
  2. Buat akun terlebih dahulu dengan memilih menu “Daftar” yang terdapat di bagian pojok kanan atas
  3. Selanjutnya, kamu akan diminta untuk mengisi data diri sesuai dengan KTP, seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon dan lain-lain. Masukannya juga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika kamu memilikinya. 
  4. Jika semua data sudah diisi, klik bagian “Saya Setuju Dengan Syarat dan Ketentuan Diatas“, baru setelah itu kamu klik “Daftar”.
  5. Setelah itu, buka email kamu dan lakukan aktivasi akun melalui email yang dikirimkan oleh BPRD Jakarta.
  6. Jika akun sudah aktif, langkah selanjutnya adalah klik menu “Login” dan masukkan alamat email serta password yang telah dibuat sebelumnya. 
  7. Jika sudah masuk ke homepage pajakonline.jakarta.go.id, pilih menu “PKB” pada bagian kiri.
  8. Masih di menu PKB, klik “Pelayanan” lalu di menu pelayanan pilih “Permohonan Lapor Jual”.
  9. Klik menu “Ajukan Lapor Jual” untuk memilih kendaraan mana yang ingin diblokir. 
  10. Isi semua data yang diperlukan. Pada tahap ini juga kamu harus mengunggah beberapa dokumen kendaraan yang akan diblokir STNK-nya, antara lain:
  • Fotokopi KTP pemilik kendaraan
  • Surat kuasa bermaterai dan fotokopi KTP jika diwakilkan
  • Fotokopi Surat Pembayaran atau Bukti Pembayaran
  • Fotokopi STNK atau BPKB 
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat pernyataan yang bisa diunduh di bapenda.jakarta.go.id
  1. Periksa kembali apakah data diri Anda dan pembeli kendaraan sudah benar
  2. Langkah terakhir cara blokir kendaraan adalah klik tombol “Kirim” lalu tunggu hingga proses pengajuan pemblokiran oleh Bapenda DKI Jakarta. Jika sudah disetujui, informasi pemblokiran akan dikirimkan melalui e-mail atau terlihat di kolom PKB. 

Catatan penting, apabila STNK, BPKB, atau surat akta penyerahan serta bukti pembayaran tidak ada, kamu tidak bisa melakukan pemblokiran STNK kendaraan secara online.

Jadi, satu-satunya cara blokir STNK mobil dan motor yang bisa dilakukan adalah dengan datang langsung ke Samsat Induk sesuai wilayah kendaraan yang terdaftar. 

Cara blokir kendaraan Jawa Barat

Cara blokir pajak kendaraan online juga bisa dilakukan untuk kamu warga Jawa Barat. Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi Sambara. Berikut langkah-langkahnya. 

  • Buka aplikasi Sambara kemudian Proteksi Kepemilikan di bagian Info dan Layanan.
  • Masukkan nomor polisi kendaraan kamu. 
  • Jika muncul pop up bertuliskan “Anda belum melakukan registrasi No. HP”, pilih Ok. 
  • Masukkan nomor rangka kendaraan, NIK, dan nomor ponsel kamu. Kemudian klik Lanjut. 
  • Masukkan angka verifikasi  yang telah dikirim ke nomor telepon kamu. 
  • Lengkapi data foto KTP dan tanda tangan. 
  • Di bagian bawah, ada pertanyaan “Apakah kendaraan Anda akan diblokir?” Klik Ya.
  • Tekan Setuju atas syarat dan ketentuan. 
  • Masukkan lagi angka verifikasi, kemudian klik Lanjut. 
  • Jika berhasil, maka akan muncul pesan “Kendaraan Anda Sudah Diblokir”.

Cara cek pajak kendaraan sudah diblokir apa belum

Cek pajak mobil online untuk tiap daerah berbeda-beda tergantung provinsinya. Begitu juga untuk cek pajak motor.

Untuk mengecek apakah pajak kendaraan sudah diblokir atau belum kamu bisa menggunakan sejumlah cara berikut ini. 

Cara cek blokir kendaraan melalui SMS

Sejumlah pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas cek status pajak kendaraan dengan menggunakan SMS. Cara ini sangat mudah dan cukup membantu. 

Berikut format SMS untuk cek status pajak kendaraan online. 

Provinsi Format SMS Nomor Tujuan
DKI Jakarta Metro(spasi)nomor polisi 1717
Jawa Barat Info(spasi)nomor polisi(spasi)warna kendaraan 08112119211
Jawa Tengah JATENG(spasi)nomor polisi 9600
DI Yogyakarta DIY(spasi)nomor polisi 9600
Kepulauan Riau Kepri(spasi)nomor polisi 9969

Cara cek blokir kendaraan via situs resmi Samsat

Kamu juga bisa mengecek status pajak kendaraan dengan mengunjungi situs resmi Samsat yang sesuai dengan daerah kamu. Berikut daftar situs Samsat di berbagai daerah. 

Provinsi  
DKI Jakarta https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/
Jawa Barat https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb/
Jawa Tengah 

Cara cek blokir kendaraan via Samolnas

Jika kamu kesulitan untuk mengecek apakah mobil kamu sudah diblokir atau belum dengan dua cara di atas, kamu dapat memanfaatkan layanan Samolnas. 

Dengan aplikasi Samolnas, kamu cukup menginput NIK dan nomor kendaraan untuk mengetahui data suatu kendaraan. 

Kamu akan segera mengetahui jika langkah-langkah cara blokir kendaraan yang sudah kamu lakukan di atas sudah berhasil. 

Kerugian tidak melakukan blokir kendaraan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada bagian cara blokir kendaraan, blokir STNK kendaraan adalah sesuatu yang sangat penting. Salah satunya adalah terhindar dari pajak progresif.

Peraturan mengenai pajak ini sudah tertera pada Pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa kepemilikan kendaraan bermotor pertama akan dikenakan pajak paling sedikit 1 persen dan paling besar 2 persen.

Selanjutnya, untuk kepemilikan kendaraan kedua dan seterusnya akan dikenakan pajak paling rendah 2 persen dan paling tinggi 10 persen. Oleh karena itu, kamu harus melakukan blokir STNK kendaraan secepatnya begitu kendaraan sudah dijual atau hilang. 

Perhitungan pajak progresif akan tetap berlaku untuk nama dan alamat pemilik pertama karena belum ada pembaruan atas dokumen-dokumen yang lama, meskipun saat ini kendaraannya sudah berganti kepemilikan. 

Berikut beberapa kerugian tidak melakukan blokir kendaraan. 

1. Terkena pajak progresif kendaraan kedua dan seterusnya

Dari tadi kita sudah menyinggung soal pajak progresif, tapi apa sih pengertian pajak progresif itu sendiri? Pajak progresif adalah jenis pajak yang dikenakan pada pemilik yang memiliki kendaraan lebih dari satu dengan nama yang sama. 

Jika saat ini pajakmu membengkak, padahal kamu hanya punya satu kendaraan saja, coba ingat-ingat kembali apakah kamu sudah melakukan blokir STNK kendaraan yang sudah dijual atau hilang. Jika belum, wajar saja kalau tagihan pajakmu membengkak.

Untuk melakukannya, kamu bisa mencoba cara blokir kendaraan online atau datang langsung ke kantor Samsat jika belum tersedia cara blokir kendaraan online di daerahmu. 

2. Berkaitan dengan sistem tilang elektronik

Ketika terjadi penilangan oleh polisi dengan menggunakan sistem tilang elektronik, maka surat tilang akan dikirimkan ke alamat yang tertera pada STNK. Kondisi ini tentu akan merugikan pemilik kendaraan yang lama. 

Oleh karena itu, agar tidak dirugikan, sebaiknya kamu segera mengurus cara blokir STNK motor dan mobil online maupun offline untuk menghindari tilang elektronik salah alamat. 

3. Memudahkan pemilik baru membayar pajak

Jika kamu membeli motor bekas, tetapi pemilik sebelumnya belum melakukan blokir STNK motornya, hal ini akan menyulitkan kamu saat hendak melakukan pembayaran pajak. 

Alhasil, ketika ingin membayar pajak kendaraan, kamu harus meminjam KTP dari pemilik sebelumnya. 

Tips dari Lifepal! Segera lakukan pemblokiran STNK  kendaraan dengan pemilik sebelumnya untuk memudahkan berbagai urusan yang berkaitan dengan kendaraan tersebut di kemudian hari. 

Jika tidak bisa datang langsung ke kantor Samsat, cara blokir kendaraan STNK motor dan mobil secara online bisa dicoba asalkan sudah tersedia di daerah pemilik pertama tinggal. 

Cara blokir kendaraan saat ini sudah sangat mudah, kok. Kamu tidak perlu minta bantuan calo jika tahu prosedurnya. 

Manfaatkan asuransi mobil untuk mengcover biaya perbaikan di bengkel 

Selain membayar pajak kendaraan tepat waktu, sebagai pemilik kendaraan kamu juga perlu untuk merawat mobil dengan baik. Nah, untuk membantu kamu terhindar dari resiko finansial yang besar akibat mobil mengalami kerusakan, penting untuk mengasuransikan kendaraanmu. 

Karena itu, agar keuangan kamu tidak terbebani karena mahalnya biaya servis mobil, gunakan asuransi mobil terbaik yang bisa mengcover biaya kerusakan baik kecil maupun besar. 

Temukan asuransi mobil yang sesuai dengan kebutuhan kamu melalui kuis dari Lifepal berikut ini. 

Setelah itu, hitung biaya premi asuransi yang mesti kamu bayarkan menggunakan kalkulator premi asuransi mobil yang sudah disesuaikan dengan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Pertanyaan seputar cara blokir kendaraan 

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.