Desember 4, 2022

Jakarta: Bareskrim Polri masih memeriksa saksi dari pihak PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries dalam pengusutan kasus gagal ginjal akut. Puluhan saksi diperiksa untuk mencari sosok yang bertanggung jawab atas peredaran obat sirop mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
 
“Untuk saksi dari Afi Farma kita baru 28 orang,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dikonfirmasi, Rabu, 9 November 2022.
 
Pipit tak memerinci siapa saja yang diperiksa. Namun, dia menyebut salah satu saksi merupakan direktur utama perusahaan farmasi tersebut.


Menurut Pipit, pemeriksaan dan pendalaman terhadap PT Afi Pharma hampir rampung. Dia mengaku kini tengah berkembang ke suplai bahan baku. Sebab, Polri menemukan adanya bahan tambahan dalam produksi obat sirop. 
 
“Ada namanya bahan aktif, bahan aktif ini kan seperti misalnya sirop itu adalah paracetamol, itu berarti kan bahan obatnya paracetamol lah seperti itu kira-kira. Nah, nanti kita lebih jelasnya mau nanya kan ahlinya,” tutur jenderal bintang satu itu.

Setelah itu, kata Pipit, penyidik akan menggali soal bahan tambahan yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Penyidik Bareskrim Polri disebut akan mengerucut ke alasan penggunaan bahan tambahan EG dan DEG itu.
 
“Siapa yang menyuplai, siapa yang menerima ya kan, terus pertanyaannya siapa yang mengecek. Kira-kira begitu kita dalami kok bisa enggak dideteksi gitu,” ucap Pipit.
 
Terakhir, dia mengaku juga akan meminta penjelasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Termasuk kepada pihak importir.

Setelah pemeriksaan semua rampung, baru lah Bareskrim Polri mengekspose. Gelar perkara itu untuk penetapan tersangka.
 
“Nanti kalau gelar penetapan tersangka pasti kita umumkan ya,” kata dia.
 
Kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) yang menyerang anak-anak kini mencapai 324 kasus per Minggu, 6 November 2022. Dari jumlah tersebut, 195 anak meninggal.
 
Kemudian, 102 anak sembuh dan 27 anak masih dirawat di rumah sakit. Ratusan anak meninggal diduga kuat akibat meminum obat sirop tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). 
 

(LDS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.