Desember 4, 2022

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru sudah digelar, Selasa (15/11/2022) kemarin.

Ada sejumlah keputusan yang didapat, terutama terkait perubahan pengurus.

Persebaya Surabaya menilai apa yang terjadi di RUPS Luar Biasa PT LIB kemarin adalah sebuah era baru liga baru. Sebab, baru kali ini 18 klub pemegang saham 99 persen PT LIB menentukan sendiri nasib organisasinya.

Catatan itu dibuat Azrul Ananda sebagai perwakilan pemegang saham mayoritas Persebaya yang juga secara spesial hadir langsung dalam agenda RUPS. Berikut catatannya yang dimuat di web pribadi Azrul.

Sekarang waktunya untuk bicara. Soal sepak bola kita. Soal liga kita. Sekarang adalah momen untuk semua menjadi lebih menggunakan akal sehat. Momen untuk lebih memahami seluk beluk sepakbola kita. Supaya tidak sekadar teriak-teriak tidak jelas, apalagi di medsos yang juga serba tidak jelas dan sangat bisa menyesatkan.

Sepakbola kita, semoga dan seharusnya, sudah berada di titik terburuk. Entah kejadian apa lagi yang bisa membuatnya lebih rendah daripada jurang yang paling dalam.

Ini memaksa kita semua untuk menarik napas lebih dalam. Melihat sekeliling lebih jelas. Merenung lebih dalam. Membuka mata lebih lebar. Memfilter segala informasi dengan lebih bersih.

Supaya bisa mulai melangkah ke depan. Bukan berarti melupakan yang di belakang. Tapi memastikan masa depan tidak hancur karena yang terjadi di belakang.

Saya juga minta tolong semua pecinta sepakbola di Indonesia untuk bisa memilah-milah. Mana urusan mana. Mana urusan federasi, mana urusan liga. Walau ada keterkaitan, tapi prosedur dan cara memprosesnya berbeda.

Karena itulah, beberapa waktu lalu saat saya –sebagai wakil pemegang saham terbesar Persebaya– berdiskusi dengan pemilik Persis Solo, hasilnya adalah mengusulkan dua agenda yang berbeda. Satu Kongres Luar Biasa (KLB), itu terkait PSSI. Satu lagi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), itu terkait pengelolaan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sekaligus masa depan tim-tim Liga 1 yang tercatat sebagai 99 persen pemegang sahamnya.

Klub-klub lain ada yang punya opini sama. Kebetulan mungkin Persebaya dan Persis yang paling vokal soal itu.

Dari kedua agenda itu, yang paling urgent menurut kami adalah RUPS LB PT LIB. Ini adalah ranah korporasi, ranah profesional. Kenapa harus segera dilakukan, tujuannya untuk segera menunjuk pengurus baru. Mengingat masalah hukum yang dihadapi direktur utama.

Kalau liga harus jalan, maka pengurusnya harus bisa aktif. Untuk mengganti pengurus, harus dilakukan RUPS LB.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.