Desember 4, 2022


Jika pada tahun 2020, publik hanya mengenal lima perusahaan rintisan atau startup unicorn Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul beberapa startup baru yang masuk ke daftar startup unicorn. Kabar baik bagi para startup enthusiast, bahwa di penghujung tahun 2021, Kopi Kenangan termasuk ke dalam daftarnya.

Istilah unicorn ini diberikan kepada startup yang memiliki nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,2 triliun. 

Kopi Kenangan sendiri mendapatkan suntikan pendanaan Seri C Tahap Pertama senilai Rp 1,3 triliun dari Tybourne. Dikutip dari berita Kompas.com (29/12/2021).

Nilai fantastis pendanaan tersebut menembus angka 1 miliar dollar AS, sehingga membuat startup Kopi Kenangan resmi “naik pangkat” menjadi salah satu daftar startup unicorn Indonesia.

Mari kita lihat, daftar startup unicorn Indonesia yang lainnya di bawah ini :

1. Gojek (2016)

Startup unicorn pertama di Indonesia dipegang oleh Gojek. Perusahaan ini dirintis sejak tahun 2010 oleh Nadiem Makariem. Awalnya Gojek hanya melayani pemesanan ojek online saja. Namun bisnis Gojek semakin berkembang menjadi superapp yang telah menyediakan berbagai layanan, mulai dari pesan antar makanan, pembayaran dompet digital, pembelian tiket dan lain sebagainya.

Pada Agustus 2016, Gojek menerima kucuran dana senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun dari sejumlah investor, seperti Sequoia Capital India, Warburg Pincus hingga Formation Group. Bahkan Gojek telah menyandang status sebagai “Decacorn”, startup yang memiliki nilai valuasi di atas 10 milliar dollar AS.

2. Tokopedia (2017)

Startup Tokopedia dirintis oleh William Tanuwijaya sejak 2009 silam. Status unicorn disandang oleh Tokopedia sejak tahun 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba Group sebesar 1,1 miliar dollar AS.

Menurut CBInsights yang mengeluarkan data bertajuk “The Complete List Of Unicorn Companies“, Tokopedia memiliki valuasi hingga 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 102 triliun pada akhir 2018 lalu. Kini Tokopedia memutuskan untuk merger dengan Gojek di bawah naungan grup GoTo pada 17 Mei 2021.

3. Traveloka (2017)

Masih di tahun yang sama, Traveloka termasuk ke dalam startup unicorn Indonesia yang ketiga. Traveloka adalah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang travel dan pemesanan hotel. Juli 2017 lalu, Traveloka menerima kucuran dana senilai 350 juta dollar AS dari perusahaan Expedia. 

Traveloka menyediakan berbagai layanan di lintas negara, seperti Indonesia, Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina. Masih dari data CBInsights, Traveloka memiliki nilai valuasi senilai 3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 42,6 triliun.

4. Bukalapak (2018)

Startup unicorn Indonesia yang peringkat ke-4 ditempati oleh Bukalapak. Salah satu perusahaan unicorn Indonesia ini dirintis sejak tahun 2018 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid. Salah satu grup investor besar, Emtek Group menyuntikkan dana ke Bukalapak.

Saat ini saham Bukalapak bisa dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp 850 per lembar saham. Langkah ini membuat Bukalapak mencatat sejarah baru sebagai startup unicorn pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5. OVO (2019)

OVO (Grup Lippo) salah satu startup yang bergerak di bidang pembayaran digital dan telah menyandang status unicorn sejak tahun 2019. Masih mengambil dari dari CBInsight, nilai valuasi OVO sebesar 2,9 miliar dollar AS atau setara Rp 41 triliun.

OVO (bersama Gopay) dinilai sebagai startup yang memimpin industri pembayaran digital. Hal ini jelas membuat proses perputaran dana menjadi sangat besar, hingga mencapai triliunan Rupiah per tahunnya.

6. JD.id (2020)

Salah satu perusahaan e-commerce ini memiliki perkembangan bisnis yang sangat cepat. Hingga puncaknya pada awal tahun 2020 lalu, nilai valuasi JD.id mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS. Hal ini membuat JD.id masuk ke dalam daftar startup unicorn Indonesia.

JD.id adalah sebuah perusahaan e-commerce yang ada di Indonesia, dan merupakan bagian dari JD.com yang memiliki kantor pusat di Beijing, China.

7. J&T Express (2021)

Urutan nomor 7 ditempati oleh J&T Express yang menjadi perusahaan rintisan berstatus unicorn pada pembuka tahun 2021 lalu. Status unicorn disandang J&T Express setelah mendapatkan suntikan dana senilai lebih dari 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 29 triliun.

Adapun dana sebesar itu diperoleh melalui sebuah funding round yang diikuti oleh grup perusahaan, di antaranya oleh dua perusahaan ekuitas swasta China, Hillhouse Capital dan Boyu Capital. Menurut data CBInsights, nilai valuasi J&T Express telah mencapai lebih dari 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 284 triliun.

8. Tiket.com (2021)

Salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang pemesanan hotel, Tiket.com resmi menjadi unicorn pada awal tahun 2021. Langkah ini menyusul startup pesaingnya, yakni Traveloka. 

Tiket.com didirikan pada tahun 2011 dan telah diakuisisi oleh Djarum Group melalui Blibli pada tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, Tiket.com dan Blibli tetap berjalan dengan entitas legal (PT) terpisah, sehingga memungkinkan jika Tiket.com melangsungkan IPO terlebih dulu.

9. Blibli.com (2021)

Blibli.com masuk dalam daftar startup unicorn Indonesia setelah nilai valuasi mencapai sebesar 1 miliar dollar AS. Blibli.com sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 dan berada di bawah naungan Djarum. Setelah Agustus 2021, Blibli.com resmi naik pangkat menjadi startup unicorn.

Sejak berdiri tahun 2010 lalu, Blibli.com membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk bisa mencapai level ke-4 pada tingkatan bisnis startup ini.

10. Kredivo (2021)

Di pertengahan tahun 2021, Kredivo resmi masuk sebagai startup unicorn Indonesia. Kredivo merupakan sebuah startup yang didirikan pada Desember 2015 lalu. Kredivo berada di bawah naungan PT FinAccel Teknologi Indonesia.

Performa pertumbuhan bisnis Kredivo terbilang cukup cepat. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 6 tahun sejak didirikan, Kredivo banyak dilirik oleh para investor.

11. Xendit (2021)

Memasuki bulan September 2021, perusahaan rintisan berstatus unicorn bertambah lagi. Hal ini terjadi setelah startup finansial technology (fintech) Xendit menerima kucuran dana senilai 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,1 triliun dari sejumlah investor, salah satunya Tiger Global Management.

Xendit resmi berdiri pada tahun 2015 oleh Moses Lo dan merupakan salah satu startup fintech yang menyediakan layanan sistem pembayaran (payment gateway). Perlu diketahui, payment gateway ini akan memudahkan berbagai proses transaksi yang dilakukan oleh para pelaku usaha, mulai dari UMKM, startup, e-commerce hingga perusahaan besar.

12. Ajaib (2021)

Perkembangan startup di tahun 2021 terbilang cukup bagus. Hal ini bisa dilihat dari beberapa startup yang telah berhasil menjadi unicorn di Indonesia. Salah satunya adalah Ajaib yang resmi naik pangkat pada Oktober 2021 lalu. Ajaib telah menerima suntikan dana senilai 153 juta dollar AS atau setara Rp 2,2 triliun dari founding round seri B.

Ajaib merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Ajaib Group yang berada di bawah naungan PT Takjub Teknologi Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2018 bersama dengan PT Ajaib Sekuritas Asia (Ajaib Sekuritas).

13. Kopi Kenangan (2021)

Menutup tahun 2021, muncul startup unicorn baru yang datang dari bisnis kedai kopi, yakni Kopi Kenangan, yang sekaligus menjadi “Unicorn New Retail” pertama di Indonesia. Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dari pendanaan seri C senilai 96 juta dollar atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Dengan demikian, Kopi Kenangan secara resmi menjadi salah satu perusahaan unicorn di Indonesia, karena nilai valuasi telah mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS. 

Demikian informasi mengenai daftar startup unicorn yang ada di Indonesia. Ke depannya nanti, akan ada lagi startup-startup baru lainnya yang menyandang status sebagai perusahaan atau startup unicorn.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini bersumber dari www.akubisnis.com.