Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, NGANJUK – Sambut Peringatan Hari Pendidikan Nasional Dan HUT Ki Hadjar Dewantara tahun 2023, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk gerakkan menanam 134 ribu pohon.

Hal ini sebagai upaya penyelamatan lingkungan sekitar dari musibah bencana alam tanah longsor dan banjir.

Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk, Sopingi menjelaskan, dalam gerakan penanaman pohon kembali tersebut akan melibatkan seluruh guru dan murid Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Nganjuk.

Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, Disdik Nganjuk terlebih dahulu telah mengadakan rapat koordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Disdik di Kabupaten Nganjuk.

“Hasilnya Alhamdulillah, semuanya sepakat untuk mengadakan gerakan bersama menanam pohon. Kegiatan itu juga merupakan sedekah oksigen untuk lingkungan yang kita tempati,” kata Sopingi, Jumat (11/11/2022).

Dikatakan Sopingi, pihaknya berharap semuanya memiliki kesadaran betapa pentingya menanam pohon kembali bagi lingkungan.

Pihaknya telah mengirimkan surat ke Korwil Kecamatan serta Kepala SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Nganjuk.

Dan menargetkan sebanyak 134 ribu pohon bisa ditanam pada Desember 2022 nanti.

“Untuk angka 134 ribu pohon tersebut dimaksudkan untuk menyongsong Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei 2023. Sekaligus memperingati Hari Lahirnya Ki Hajar Dewantara ke-134 tahun,” tandas Sopingi.

Dalam gerakan tersebut nantinya, menurut Sopingi, setiap siswa SD dan SMP diimbau untuk menanam satu pohon.

Para siswa diperbolehkan melakukan pembibitan sendiri, baik pembibitan melalui biji maupun dengan cara pencakokan atau stek batang.

Sedangkan para guru diwajibkan masing-masing menanam dua bibit pohon.

Demikian juga termasuk insan pendidikan di Disdik Kabupaten Nganjuk, tambah Sopingi, mulai dari staf Disdik wajib menanam dua pohon, untuk Kasi Disdik menanam tiga pohon dan Kabid Disdik menanam lima pohon.

Dan lokasi penanaman pohon dapat dilakukan di pekarangan masing-masing.
Ataupun di tempat umum dan pinggir jalan dengan catatan harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemangku wilayah masing-masing.

“Bagi Kepala Sekolah kami persilahkan berkoordinasi dengan Kepala Desa dan pemangku kepentingan wilayahnya masing-masing. Kami berharap gerakan tersebut bisa berjalan sukses untuk penyelamatan lingkungan di Kabupaten Nganjuk,” tutur Sopingi.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.