November 26, 2022

SURYA.CO.ID, NGANJUK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendorong pengembangan industri kecil menengah (IKM) rokok di Kabupaten Nganjuk. Hal itu dilaksanakan dengan menggelar Good Manufacturing Practice (GMP) yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nganjuk dan Kantor Bea Cukai Kediri.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya berharap industri rokok di Nganjuk berkembang menjadi IKM produksi rokok yang bagus. Dengan demikian, para pelaku IKM rokok menjadi industri yang sesuai aturan kesehatan. Di samping itu, pelaku IKM paham tentang standar keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.

“Apabila pelaku IKM rokok patuh peraturan atau Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan sehingga mampu berproduksi sesuai dengan keinginan konsumen, dan dipastikan akan banyak diminati oleh konsumen,” kata Marhaen, Minggu (20/11/2022).

Karena itu, dikatakan Marhaen, pihaknya juga mengajak para pelaku IKM rokok dan masyarakat Nganjuk untuk bersama-sama memerangi rokok ilegal dan gempur rokok ilegal sampai kapan pun.

“Mari kita dukung rokok yang legal yang ada pita cukainya. Karena dana cukai akan dibagikan ke seluruh kabupaten/kota melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dan tentunya pemerintah daerah juga masyarakat akan menerima manfaat dari program kegiatan yang dibiayai dari bayar cukai tersebut,” ujar Marhaen.

Sementara Ketua STIE Nganjuk, Indrian Supheni menyampaikan, kegiatan GMP dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, wawasan kepada para pelaku IKM Rokok di Nganjuk. Bagaimana memproduksi dan mengelola industri rokok yang bagus.

“Karena IKM rokok merupakan salah satu IKM pangan. Makanya mereka perlu dijaga kualitasnya agar aman untuk kesehatan dan menarik bagi konsumen atau pembeli,” kata Indrian.

Selain itu, ungkap Indrian, pelatihan GMP tidak hanya bermanfaat bagi para pelaku IKM rokok. Tetapi juga bermanfaat bagi akademisi untuk mendukung tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Inilah mengapa STIE Nganjuk bekerjasama dengan Pemkab Nganjuk menggelar pelatihan GMP untuk para pelaku IKM rokok,” ucap Indrian.

Sedangkan Kepala Disperindag Nganjuk, Haris Jatmiko menambahkan, setelah digelarnya pelatihan tersebut diharapkan menghasilkan dokumen GMP yang berkelanjutan. Dan pihaknya memberikan apresiasi kepada STIE Nganjuk dan para pelaku IKM rokok yang mengikuti pelatihan. “Semoga hubungan yang harmonis dan sinergi itu akan terus terjaga dan berkelanjutan,” ujar Haris.

Pemda, imbuh Hari, akan selalu hadir di tengah masyarakat (pelaku IKM) yang ada di Nganjuk. Yakni untuk memajukan dan mengembangkan pelaku usaha industri kecil menengah. “Dan melalui pelatihan GMP diharapkan dapat meningkatkan produksi karena sempat berkurang. Dan hasil produksi memiliki nilai jual yang baik dan bisa diterima masyarakat,” tutur Haris. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.