November 26, 2022

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Komisi 4 DPRD Kabupaten Mojokerto menyoroti soal rehabilitasi perbaikan gedung sekolah SD dan SMP yang rusak.

Kinerja Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto perlu lebih optimal untuk menyelesaikan rehabilitasi gedung sekolah maupun ruang kelas di lembaga pendidikan. Terutama SD dan SMP.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Mojokerto, Sopii mengatakan, pihaknya sekaligus anggaran Banggar (Badan Anggaran) berupaya memperjuangkan terkait usulan rencana penambahan anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah pada tahun 2023.

Sebab, alokasi anggaran rehabilitasi perbaikan gedung sekolah dirasa masih kurang.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah telah mengucurkan anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah dari ABPD Kabupaten Mojokerto sekitar Rp 8 miliar di tahun 2022.

“Kurang, iya ini kami masih berjuang, saya kebetulan di Komisi 4 dan sebagai anggota badan anggaran saya perjuangkan itu APBD di Tahun 2023. Kami berikan tambahan lagi untuk penyelesaian rehab sekolah rusak,” ungkapnya saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID,” Selasa (21/11/2022).

Menurut dia, pembahasan terkait penambahan anggaran untuk penyelesaian rehabilitasi gedung sekolah masih tarik ulur.

Bocoran rencana kenaikan anggaran Dispendik untuk rehab sekolah tahun depan diusulkan sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar.

Pihaknya juga berharap anggaran rehab sekolah dapat ditingkatkan hingga 100 persen, namun hal itu kembali lagi pada kemampuan keuangan Pemerintah Daerah.

“Mungkin ada tambahan kurang lebih sekitar dua, tiga miliar hingga 5 miliar. Namun, kalau bisa naik 100 persen, supaya bisa menyelesaikan rehab sekolah rusak-rusak itu tapi tergantung kekuatan Pemerintah Daerah juga,” jelasnya.

Masih kata Sopii, idealnya ada kenaikan anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah tahun depan.

“Ya kalau naik Rp 5 miliar ya lebih dari sekitar 50-60 persen kalau bisa kami berusaha,” bebernya.

Sementara, Kabid Sarpras Dispendik Kabupaten Mojokerto, Adi Mahendarto mengungkapkan pihaknya menyambut baik jika ada penambahan anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah.

Ia berharap penambahan anggaran juga diimbangi dengan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Sarana dan Prasarana Dispendik Kabupaten Mojokerto.

“Kalau bisa dua-duanya anggaran dan tambahan SDM itu kan berjalan seiring ya idealnya,” terangnya.

Ia menyebut, tambahan anggaran ini nantinya akan diprioritaskan untuk perbaikan ruangan kelas yang digunakan siswa belajar di sekolah. Kemudian, perbaikan maupun pembangunan toilet sehat di lingkungan sekolah.

“Prioritas saya adalah keselamatan siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran di sekolah dan kesehatan, yaitu toilet harus bagus layak,” ujarnya.

Hasil monitoring Januari-September 2022, terdapat kurang lebih 90 sekolah SD Negeri maupun SMPN terutama ruangan kelas dalam kondisi rusak sedang dan ringan yang perlu perbaikan.

“Kami prioritaskan ruangan kelas dulu untuk keamanan siswa, kesehatan kemudian baru sarana prasarana seperti pintu gerbang dan pagar sekolah untuk keamanan 
yang masih banyak perlu diperbaiki,” pungkas Adi.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.