Desember 4, 2022

Jakarta: Pemerintah memastikan bakal ada banyak infrastruktur pendukung pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kinerja perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) bakal dimaksimalkan utnuk pembangunan proyek tersebut.
 
“Ini momen bersejarah. Tak hanya menjadi salah satu ikon kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Tiongkok, namun juga akan makin mengintegrasikan antar moda transportasi di Jakarta dan Bandung,” kata Menteri BUMN Erick Thohir melalui keterangan tertulis, Sabtu, 19 November 2022.
 
Pemerintah sudah menyiapkan konsorsium yang dipimpin oleh PT Kererta Api Indonesia (Persero) untuk membangun infrastruktur pendukung tersebut. Perusahaan pelat merah lain yang ikut dalam proyek ini yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.


“Kami akan terus optimalkan kereta cepat pertama di Tanah Air,” ujar Erick.
 
Erick yakin infrastruktur yang dibangun nanti bisa menghidupkan pusat ekonomi. Pemerintah menjamin kereta cepat itu bakal mendongkrak kemajuan ekonomi dan transportasi di Indonesia.
 

“Nanti jika sudah terhubung antar moda LRT di Jakarta, lalu kereta cepat, dan kereta lokal di Bandung, maka kita memiliki paket integrasi antar moda terbaik di tanah air,” ucap Erick.
 
Kereta Cepat Jakarta Bandung telah sukses diujicobakan dan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo serta Presiden Tiongkok Xi Jinping secara virtual, pada Rabu, 16 November 2022. Uji coba ini merupakan bagian dari agenda Pertemuan Bilateral Indonesia-Tiongkok yang digelar di tengah gelaran G20 di Bali.
 
Pada uji coba operasional tersebut, Kereta inspeksi dijalankan sejauh 15 km dari Stasiun Tegalluar Bandung menuju Casting Yard 4 di atas jalur uji KCJB. Kereta inspeksi KCJB dirancang untuk mampu mendeteksi kondisi lintasan, kelistrikan, komunikasi, persinyalan, dan respons dinamis kereta. Kereta inspeksi ini akan dioperasikan setiap hari sebelum jalur digunakan untuk kereta penumpang.
 
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang tercantum pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.
 
Pada Peraturan Presiden ini juga, KAI ditugaskan oleh pemerintah sebagai pemimpin konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang menjadi partner dari Beijing Yawan HSR Co Ltd di dalam PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
 

(ADN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.