Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, MALANG – Upaya pencarian Djoko Djojo Moeljono (59), yang hanyut di Sungai Brantas Kota Malang akhirnya membuahkan hasil.

Empat hari pencarian, tubuh warga yang tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam (Kampung Putih) Kelurahan/Kecamatan Klojen Kota Malang ini ditemukan, Selasa (22/11/2022).

Dari informasi yang dihimpun, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, Haris Supardi membenarkan hal tersebut.

“Iya memang benar. Korban ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 29 kilometer dari lokasi kejadian awal. Setelah itu, jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang,” ujarnya.

Baca juga: Terekam CCTV Sebelum Hanyut ke Sungai Brantas, Pencarian Balita asal Kediri Dihentikan

Dari informasi yang didapat, jenazah korban ditemukan di tumpukan sampah.

Dan tim SAR gabungan harus menggunakan alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah yang ada di Bendungan Sengguruh Kepanjen.

Sementara itu, Kapolsek Klojen Kompol Domingos Ximenes menuturkan, saat ini jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Sukun.

“Iya benar, jenazah korban telah dimakamkan di wilayah Sukun,” jelasnya.

Karena korban tidak memiliki keluarga ataupun saudara, maka proses pemakaman dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang serta para relawan.

Baca juga: Warga Jepun Tulungagung Cium Aroma Tak Sedap, Ternyata Ada Kakek yang Meninggal di Rumahnya

“Korban ini tidak memiliki keluarga ataupun saudara. Jadi dalam proses pemakaman, kami dibantu oleh DLH Kota Malang serta para relawan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Djoko Djojo Moeljono (59), warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam (Kampung Putih) Kelurahan/Kecamatan Klojen Kota Malang hanyut di sungai Brantas.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/11/2022) sekitar pukul 08.42 WIB.

Kejadian itu bermula saat kondisi sedang hujan, ada seorang anak yang melihat korban membawa kasur menuju arah Sungai Brantas.

Tak berselang lama, korban tiba-tiba melompat ke sungai yang berada di dekat kediamannya.

Sebelum hanyut, korban sempat berpamitan kepada ibu RT setempat.

Diketahui, korban ini tidak punya keluarga dan hidup sendiri di rumah yang dibangun swadaya oleh masyarakat. Dan informasinya, korban memiliki gangguan jiwa.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.