Desember 4, 2022

Petaling Jaya: Gabungan Parti Sarawak (GPS) akan mendukung koalisi dengan Perikatan Nasional, Barisan Nasional dan Gabungan Rakyat Sabah (GRS) untuk membentuk pemerintahan federal Malaysia yang baru. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Sarawak, Abang Johari.
 
Ia mengatakan, keputusan ini dibuat demi kepentingan stabilitas politik dan kesejahteraan rakyat, tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh GPS.
 
Dia mengatakan, kondisi GPS termasuk menjunjung tinggi supremasi konstitusi Federal dan negara bagian dan supremasi hukum. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Perjanjian Malaysia 1963 (MA63) dan laporan Komite Antar Pemerintah (IGC).


“Kami juga ingin kebebasan beragama dan keragaman budaya di Sarawak ditegakkan sebagaimana diabadikan dalam Konstitusi Federal, laporan MA63 dan IGC,” katanya, dilansir dari The Star, Minggu, 20 November 2022.
 
“Selain itu, kami menginginkan otonomi pendidikan dan kesehatan serta hal-hal lain yang terkait dengan kepentingan Sarawak,” sambungnya.
 
Abang Johari juga mengatakan GPS mendukung ketua PN, Muhyiddin Yassin menjadi perdana menteri. Ia mencatat, keputusan ada di Yang di-Pertuan Agong untuk memilih sebagai perdana menteri individu yang memimpin dukungan mayoritas.
 
Abang Johari juga mengatakan, tidak ada kesepakatan yang ditandatangani dengan Muhyiddin tentang pembentukan koalisi dalam pertemuan mereka pada Minggu pagi waktu Malaysia.
 
Baca juga: Pemilu Malaysia Berakhir, Anwar dan Muhyiddin Saling Klaim Mampu Bentuk Pemerintahan
 
“Ini pernyataan kami. Kami lihat apa keputusannya, dan inilah kondisi kami,” serunya.
 
Abang Johari mengatakan yang penting sekarang adalah membentuk pemerintahan yang kuat dan stabil untuk melindungi kesejahteraan rakyat dan mengarahkan negara melalui tantangan ekonomi. Karena itu, kata dia, GPS dan GRS, sebagai blok Kalimantan, akan mendukung koalisi dengan angka untuk membentuk pemerintahan yang stabil.
 
Ditanya apakah Muhyiddin sudah melakukan penawaran ke GPS, Abang Johari mengatakan itu akan datang belakangan. “Negara dan rakyat yang utama. Kami telah mengadakan pemilu dan rakyat sudah memberikan mandatnya,” serunya.
 
“Tugas kita sekarang adalah membentuk pemerintahan berdasarkan mandat yang kita terima,” sambung Abang Johari.
 
Ia juga mengungkapkan, semua orang ingin bertemu dengannya, termasuk ketua Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim. Meski demikian, ia mengaku tidak bertemu dengan Anwar.
 
“Prioritas kami adalah rakyat dan kepentingan Sarawak. Jika orang lain ingin bekerja dengan kami, kami dapat bekerja dengan mereka, tetapi ini adalah hal yang kami inginkan. Dan kita harus menjaga budaya kita,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Gabungan Parti Sarawak (GPS) memiliki 22 kursi, membuatnya berpotensi menjadi penentu dalam pembentukan pemerintah Malaysia selanjutnya. Dengan 219 kursi telah dihitung, hanya ada satu lagi yang hasilnya belum diumumkan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.