Desember 6, 2022

Gresik: PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi mendirikan fasilitas pengolahan limbah smelter, Pusat Transformasi Bersama (PTB) Sabtu, 19 November 2022 di Desa Manyarejo, Gresik. Pendirian PTB bekerjasama dengan Yayasan Takmir Masjid Jami Manyar (Yatamam). 
 
Keberadaan PTB menjadi pengukuhan kembali strategi perusahaan dalam keberlanjutan dan perwujudan ekonomi sirkular. Fungsi utama Fasilitas PTB adalah sebagai Fasilitas Pengalihan Sampah Daur Ulang Sementara (Temporary Recyclable Waste Transfer Facility) untuk proyek smelter Manyar. 
 
PTB akan mengupayakan pemulihan material melalui konsep daur ulang sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 
 

Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy PTFI Horst Garz menitikberatkan dukungan perusahaan terhadap prioritas komunitas Gresik dalam pengelolaan limbah. 
 
“PTFI bangga dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan ini. Keberadaan fasilitas PTB akan mendukung visi dan misi masyarakat Gresik dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui 3R (reuse, reduce, dan recycle), sekaligus mengambil peran dalam ekonomi sirkular,” ujar Horst Garz dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 November 2022.
 

Ia menjelaskan, strategi pengurangan limbah smelter Manyar mencakup proses pemilahan limbah konstruksi secara langsung di lokasi smelter, pengolahan limbah di fasilitas PTB, serta penjualan hasil produk pengolahan limbah bernilai tambah oleh pihak ketiga atau penerima manfaat. Contohnya pengelolaan besi sisa tiang pancang yang dipilah, dibersihkan, dan dipotong sebelum dijual kepada pembeli lokal.
 
Untuk tahap pertama, fungsi PTB diutamakan untuk mengelola besi sisa tiang pancang, kayu sisa pendukung  konstruksi, dan material sisa pengemasan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta  bank sampah setempat.
 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga mengapresiasi sinergitas yang sangat luar biasa antara PTFI dan Yatamam. Ia bergarap PTB bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat Manyar dan Gresik. 
 
“Dengan PTB ini, kita berubah untuk menjadi pemenang dalam arti bisa memberikan manfaat, baik kepada kepala desa yang hadir dan juga masyarakat,” ujar Fandi. 
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Takmir Masjid Manyar  (Yatamam) Abdul Mu’id Zahid mengatakan sampah industri bisa diserap maksimal di PTB sehingga donasi ke 500 anak yatim bisa terlaksana dan BLK yang nanti dibangun bisa dilaksanakan. 
 
“Nilai manfaat murni untuk masyarakat terdampak di Manyar. Kita kerjasama dengan BUMDes yang ada 
di delapan desa. Menjadi sebuah proyek percontohan bagi industri lain agar bersinergi dengan masyarakat, tentunya seperti di PTB ini. Kami harapkan kawasan lain meniru seperti ini, juga membuka diri. Ini dibuktikan dengan Freeport di Manyar ini,” ungkap Abdul.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.