Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Seorang pemuda berinisial RSL (34) asal Bulak Rukem terpaksa harus berurusan dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, karena membacok korbannya bernama Azis pada Selasa (15/11/2022).

Diketahui, tersangka nekat melakukan perbuatan penganiayaan yang berujung pembunuhan itu di Jalan Tenggumung Wetan, Gang Manggis, Kota Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana mengatakan, awalnya pelaku melihat korban berboncengan dengan temannya dan berpapasan di jalan raya tersebut.

“Yang bersangkutan ini melihat korban dan temannya. Kemudian korban menggertak dengan kalimat apa kamu lihat lihat,” ujar AKP Arief, dalam press rilis, Rabu (16/11/2022).

Mendapat perlakuan tersebut, RSL menjadi tersinggung dan berusaha mengejar korban.

Setelah itu, pelaku berhenti di depan sisi kanan korban dan langsung mengeluarkan senjata tajam (Sajam) berupa celurit lalu menyabetnya hingga mengenai tangan kanan korban.

“Dikarenakan korban maupun tersangka ini dalam pengaruh miras, jadi dalam keadaan mabuk, mereka saling tatap-tatapan, pelaku tersinggung dan terjadilah pembacokan,” terangnya.

“Korban dilarikan ke RS Soewandhi dan meninggal dunia karena kehabisan darah dan tidak bisa diselamatkan saat mendapatkan perawatan,” imbuhnya.

Dengan dibantu Polsek Semampir dan Polsek Kenjeran serta bantuan dari masyarakat sekitar, petugas kepolisian melakukan penyelidikan pada pukul 18.00. Kurang dari 1×24 jam, RSL sudah diamankan.

“Selain pelaku juga kami amankan barang bukti lengkap. Yakni kendaraan motor, tas dan sebilah celurit,” ungkap Arief.

Sementara saat diperiksa petugas, RSL mengaku sering membawa sajam berupa celurit ke mana pun ia pergi.

AKP Arief juga mengungkapkan, tersangka selalu membawa sajam di dalam tas karena beralasan mempunyai banyak musuh.

“Tersangka juga residivis kasus narkoba yang ditangkap di Polrestabes Surabaya pada tahun lalu,” ujarnya.

Tersangka, lanjut dia, dikenakan pasal 338 dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 15 tahun

Saat ditanya alasannya yang terus membawa celurit, tersangka RSL menyebut pernah mendapatkan ancaman dari musuh saat masuk penjara.

“Ancamannya kayak awas kamu, hati hati ya,” bebernya.

Dirinya juga sama sekali tidak mengenal sama Aziz, korban yang menjadi sasaran pembacokannya.

“Pasca kejadian itu saya langsung meninggalkan lokasi. Tidak ada komplotan. Kalau bentrokan tidak sering, cuma punya banyak musuh karena pernah masuk penjara, buat jaga-jaga saja,” pungkasnya. 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.