Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya gempa bermagnitudo 5,6 yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, dengan menelan banyak korban. 

“Dari hati yang terdalam kami atas nama pribadi, Pemprov maupun masyarakat Jatim menyampaikan rasa duka cita dan turut berbelasungkawa kepada para korban, saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi di Cianjur Jawa Barat,” ungkapnya, Selasa (22/11/2022). 

Gubernur Khofifah mengatakan, gempa bumi yang terjadi mengakibatkan banyak kerusakan dan kerugian materiil maupun non material yang cukup besar. Gempa yang terjadi terasa hingga DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya. 

“Mari doakan saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi ini, terutama bagi yang meninggal dunia agar diterima seluruh amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sedangkan, untuk keluarga para korban semoga diberi ketabahan atas musibah ini Dan yang saat ini sedang dirawat semoga lekas sembuh,” ungkap Khofifah. 

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa saat ini Pemprov Jatim tengah mengkoordinasikan untuk mengirimkan bantuan ke Cianjur. Termasuk di dalamnya mengidentifikasi apa yang paling dibutuhkan di lokasi bencana.

Dikatakan Khofifah, Jatim siap untuk memberikan support. 

“Pak Sekda sebagai Kepala BPBD sudah saya minta cocokkan terkait apa yang paling dibutuhkan di sana. Yang paling dibutuhkan adalah pasukan tagana, terpal, tenda, permakananan juga pakaianan ibu dan anak. Maka kita akan support, hari ini bantuan tersebut sedang dihitung,” tegasnya. 

Pihaknya juga menegaskan, bahwa Pemprov Jatim juga sudah berkoordinasi dengan BNPB, sehingga bantuan yang akan di-support oleh Jatim akan terkoordanisir dengan baik sesuai dengan kebutuhan para korban. 
 
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat di Jatim untuk senantiasa waspada terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi tidak menentu. 

Selain itu, Khofifah juga meminta kepada masyarakat agar tanggap dan mengantisipasi jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi dan disertai angin kencang.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai untuk juga mengantisipasi jikalau ada gelombang tinggi. 

“Bagi masyarakat yang berada di area pegunungan maupun perbukitan untuk mengantisipasi jika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang memiliki potensi terjadinya tanah longsor,” pintanya.

Khofifah kembali menegaskan, semua pihak diminta untuk membangun kewaspadaan, melakukan mitigasi dan antisipasi bencana guna meminimalisir resiko dampak bencana yang terjadi. 

“Dari Gempa Cianjur ini kita diingatkan untuk senantiasa melakukan mitigasi bencana secara kontinyu. Melakukan koordinasi dan konsolidasi antar banyak sektor agar setiap kerawananan bencana bisa diantisipasi sedini mungkin,” pungkasnya. 

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.