Desember 8, 2022

Jakarta:  Peneliti sekaligus dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc., meraih penghargaan Habibie Prize 2022.  Penghargaan ini diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Pembinaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yanbinbang SDM Iptek).
 
Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh Indonesia yang telah membuat terobosan dan memberikan kontribusinya bagi perkembangan iptek dan inovasi di masyarakat pada empat bidang.  Yaitu Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Ilmu Dasar, Ilmu Rekayasa, Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan. 
 
Riri yang mendapatkan penghargaan dalam bidang Ilmu Rekayasa ini mengatakan, Computer Engineering adalah bidang yang sangat menantang yang mengubah dunia menjadi dunia baru dengan berbasiskan pada revolusi industri 4.0.


“Penelitian-penelitian di bidang Protocol Engineering, Parallel Processing, Cloud Computing, IOT, Teknologi Blockchain, dan berbagai pengembangan di bidang software engineering dan rekayasa lainnya memungkinkan kita menerapkan berbagai hal baru. Banyak hal yang dulu hanya dapat dilakukan oleh manusia, kini dalam pelaksanaannya dapat dibantu dan ditransformasi secara digital untuk memudahkan kehidupan manusia,” ujar Riri, Sabtu, 12 November 2022.
 
Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam bentuk medali. Sedangkan, penghargaan berupa piagam diberikan oleh Ketua Yanbinbang SDM Iptek Wardiman Djojonegoro.
 
Penghargaan berupa uang tunai senilai USD25.000 diberikan oleh putra sulung dari Presiden RI yang ketiga B.J. Habibie, yaitu Ilham Habibie.  Sebagai guru besar FTUI di bidang teknik komputer, berbagai penelitian tentang protokol internet, IoT dan blockchain telah dilakukan Riri bersama dengan tim risetnya.
 
Hal ini diterapkan sebagai bentuk kontribusi pada bidang teknik komputer dan implementasi teknologi informasi, serta komunikasi di masyarakat. Selain mengajar dan meneliti, Riri pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi UI pada 2006-2014.
 
Ia memimpin pengembangan infrastruktur dan sistem informasi UI menuju transformasi digital.  Pada 2010, Riri dan tim menginisiasi UI GreenMetric World University Ranking, yaitu pemeringkatan universitas se-dunia berdasarkan aspek keberlanjutan, yang meliputi setting dan infrastruktur, energi, penanganan sampah, air, transportasi serta pendidikan dan penelitian.
 
Di pertengahan 2022, UI GreenMetric melakukan inovasi serta penyesuaian indikator untuk keberlanjutan bagi Kabupaten/Kota di Indonesia melalui UI GreenCityMetric. Jaringan UI GreenMetric telah menjadi pemicu banyak kolaborasi nasional dan internasional di mana ia sering menjadi pembicara kunci di pertemuan reguler di dalam dan luar negeri.
 
Selain itu, di tahun 2019 Riri juga membangun komunitas Poetry Reading Society of Indonesia. Komunitas ini dibangun untuk membuat preservasi budaya literasi yang berbasis teknologi.
 
Berkat adanya teknologi yang dirancang oleh Riri, komunitas ini secara rutin bertemu di kala pandemi dan menggelar pementasan kolosal di Makara Art Center UI.  Tidak hanya itu, Riri juga mendirikan komunitas History of Computing in Indonesia, untuk terus berkarya dalam mewujudkan masyarakat ilmiah dan terbentuknya masyarakat berbasis pengetahuan di Indonesia.
 
Cita-cita ini ia wujudkan dengan berbagai pelatihan penulisan artikel ilmiah dan pelatihan teknologi informasi serta komunikasi bagi para guru, murid, maupun masyarakat umum.  Selama 13 tahun menjadi guru besar, Riri telah membimbing 26 mahasiswa doktor, 42 mahasiswa magister, dan 123 mahasiswa sarjana.
 
Ia telah banyak melakukan kolaborasi bersama para profesor dan peneliti-peneliti dari berbagai negara untuk membimbing dan menguji mahasiswa S3 melalui grup riset yang dipimpinnya. Grup riset tersebut bergerak di bidang Internet of Things, Protocol Engineering, Jaringan Komputer, dan Teknologi Blockchain, aktif berkolaborasi dengan Laboratorium Broadband Wireless Access di Taiwan Tech (NTUST).
 
Selama empat tahun terakhir ini, ia membimbing beberapa mahasiswa yang secara rutin mengikuti praktik kerja selama dua bulan di NTUST. Hingga saat ini, sudah terdapat 13 paten dan hak cipta yang diperoleh hasil kolaborasi timnya.
 
Selain aktif membuat terobosan, Riri aktif dalam berbagai kegiatan, seperti menggalakkan penelitian di kalangan generasi muda dengan menjadi Ketua Dewan Juri dan President Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Selain itu, ia juga mendorong peranan perempuan di bidang teknologi dengan menjadi sebagai Koordinator Women in Engineering Institute of Electronics and Electrical Engineer (IEEE) Indonesia.
 
Riri telah melakukan berbagai kampanye dan memberikan bukti kontribusi  perempuan dalam bidang keamanan dunia maya di Indonesia Women in Cybersecurity (IWCS).
 
Saat ini, Riri menjadi Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pemuda, Lansia dan Kesehatan.  Atas berbagai kolaborasi dan prestasi yang telah diraih, Riri telah mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri seperti gelar Profesor Kehormatan dari KAZNAU Kazakhstan (2017) dan the Most Inspiring Engineer dari WIE IEEE Asia Pacific.
 
Pada tahun 2009, Riri pernah terpilih menjadi dosen berprestasi terbaik di tingkat UI dan juara 3 di tingkat nasional. Ia juga turut menjadi juri di berbagai kompetisi nasional di bidang berbasis teknologi seperti CIO, juri berbagai  skema pendanaan penelitian, reviewer berbagai seleksi beasiswa luar negeri dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
 
“Penghargaan Habibie Prize 2022 dari BRIN di bidang Rekayasa khususnya di bidang Computer Engineering adalah penghargaan prestisius yang sangat rewarding. Saya berterima kasih pada Yanbinbang SDM Iptek, Keluarga Besar Bapak B.J Habibie, dan BRIN serta pimpinan dan sivitas akademika Universitas Indonesia. Penghargaan untuk banyak karya di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini,  membuat saya berharap akan banyak yang akan berprestasi kedepannya di bidang ini Teknik Komputer  dan infrastruktur siber di Indonesia,” kata Riri.

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.