Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – Sebagai basis pertempuran dahsyat pada upaya mempertahankan kemerdekaan pada 10 November 1945, Kota Surabaya senantiasa memperingati Hari Pahlawan secara masif. Bedanya, kali ini peringatan Hari Pahlawan 2022 di Surabaya diisi dengan upacara hingga pertunjukan teatrikal, Kamis (10/11/2022).

Pada acara tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi lebih meneguhkan semangat warga untuk sama-sama memerangi kemiskinan.

Berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya, peringatan Hari Pahlawan berlangsung sederhana namun penuh khidmat dan semarak. Upacara dipimpin Wali Kota Surabaya dengan diikuti ratusan masyarakat dari berbagai elemen.

Seluruh peserta upacara hadir dengan menggunakan pakaian ala pejuang. Tak terkecuali Wali Kota Eri Cahyadi bersama dengan Forkopimda Surabaya. Setelah upacara bendera selesai, acara diisi sejumlah pertunjukkan. Mulai paduan Suara Gita Bahana Pelajar Kota Surabaya, hingga Drumband Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Tak kalah menarik, ada pertunjukkan teatrikal bertajuk “Pahlawan Dalam Nadi”. Teatrikal tersebut menggambarkan para pejuang masa kini. Mulai dari Kader Surabaya Hebat (KSH), Petugas Kebersihan, Petugas Keamanan, Guru, Dokter, Perawat, para atlet dan juga siswa-siswi generasi muda yang akan meneruskan spirit kepahlawanan melalui jalan yang berbeda.

Cak Eri mengatakan, bahwa pahlawan masa kini adalah seluruh elemen masyarakat yang menjaga Surabaya. Bagi Cak Eri, mereka adalah orang-orang yang berjuang dengan hati ikhlas merawat dan menjaga Kota Surabaya.

“Orang yang berjuang dengan hatinya, orang yang ikhlas menjaga kotanya, itulah Pahlawan masa kini. Siapa? Sangat banyak. Ada Bunda Paud, Kader Surabaya Hebat (KSH), RT/RW, mereka semua adalah Pahlawan,” kata Cak Eri.

Ia menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya selalu terbuka dengan berbagai pihak dalam menuntaskan masalah yang ada. Mulai masalah penanggulangan pandemi Covid-19 hingga pengentasan kemiskinan keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kita lihat ada KSH untuk MBR, ada RT/RW dan Kampung Tangguh untuk (penanggulangan) Covid-19. Berarti apa? Semuanya adalah Pahlawan. Saya matur nuwun sanget (terima kasih banyak) buat pahlawan-pahlawan Surabaya,” tutur Cak Eri.

Dengan kebersamaan dan gotong-royong, Surabaya diyakini akan semakin hebat di masa depan. “Meskipun metropolitan, tetapi jiwa pahlawan dan budaya ‘Arek’-nya tetap terlekat sehingga hari ini buktinya semuanya kita selesaikan,” paparnya.

Dalam upacara ini juga dihadiri 600 warga dari berbagai lapisan. “Kami selalu mengundang warga saat upacara karena balai kota ini rumah rakyat. Ketika ini rumah rakyat, maka semuanya masuk rumah rakyat tanpa ada rasa takut atau terbatas,” terangnya.

Momentum upacara Hari Pahlawan menjadi pemantik kebersamaan dan gotong-royong dalam membangun Kota Surabaya lebih hebat lagi ke depannya. “Maka kita punya pandangan dan tujuan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah yang dinamakan kebersamaan,” tandasnya.

“Maka hari ini kita waktunya bersama antara masyarakat dan pemerintah bersatu meraih kemerdekaan. Dengan kemerdekaan teknologi, kemerdekaan dari kemiskinan, pengangguran hingga putus sekolah. Inilah makna dari Upacara Hari Pahlawan hari ini,” tegasnya. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.