Desember 4, 2022

Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan ini kembali mengalami penguatan. Mengutip laman RTI, Jumat, 18  November 2022, gerak IHSG berada di posisi 7.082 atau naik 37,19 poin setara 0,53 persen.
 
Saat bel pembukaan perdagangan, IHSG bertengger di posisi 7.045. Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 7.094 dan level terendah di 7.027.
 
Volume perdagangan pada hari ini tercatat sebanyak 28,25 miliar lembar saham senilai Rp11,04 triliun. Sebanyak 212 saham menguat, 287 saham melemah, dan 204 saham stagnan.


Sebelumnya, Samuel Research Team memproyeksikan gerak IHSG pada perdagangan hari ini bergerak bervariasi. Kondisi ini patut dicermati dan tak ada salahnya para investor lebih berhati-hati saat berinvestasi di pasar modal guna mengamankan keuntungan.
 
Terdapat penambahan 2.520 kasus baru covid-19 pada Kamis, 17 November, dengan positivity rate sebesar 9,14 persen (total kasus aktif: 60.471). Sebanyak 5,264 pasien telah sembuh dengan recovery rate sebesar 96,7 persen. Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka menguat dengan Nikkei naik 0,12 persen dan Kospi menguat 0,25 persen.
 
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak bervariasi hari ini, seiring dengan sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” sebut Samuel Research Team dalam riset hariannya.
 

 
Sementara itu, indeks saham utama di Wall Street sedikit lebih rendah dalam sesi berombak pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Komentar hawkish pejabat Federal Reserve AS dan data yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap ketat membuat beberapa investor khawatir tentang kenaikan suku bunga yang lebih agresif.
 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 7,51 poin atau 0,02 persen menjadi 33.546,32. Indeks S&P 500 kehilangan 12,23 poin atau 0,31 persen menjadi 3.946,56. Indeks Komposit Nasdaq merosot 38,70 poin atau 0,35 persen ditutup pada 11.144,96.
 

Sebagian besar sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor utilitas turun 1,8 persen dan konsumer non-primer turun sekitar 1,3 persen memimpin kerugian. Saham-saham mengurangi kerugian di akhir sesi tetapi indeks utama masih berakhir di wilayah negatif.
 

 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.