Desember 6, 2022

Bali: Inggris dan Indonesia menandatangani Letter of Intent untuk bekerja sama dalam pengembangan transportasi berbasis rel, khususnya MRT Jakarta.
 
UK Export Finance (UKEF), agensi kredit ekspor Inggris, telah mengemukakan minat untuk mendanai sampai dengan USD1,25 miliar (1,1 miliar poundsterling) atau setara Rp19,4 triliun untuk proyek tersebut.
 
UKEF telah menyiapkan sampai dengan empat miliar poundsterling untuk Indonesia. Serta sedang aktif mencari kesempatan untuk mendukung kerja sama serupa dalam proyek-proyek permbangunan hijau.


“Indonesia telah melakukan hal yang luar biasa sebagai tuan rumah G20 tahun ini. KTT B20 dan KTT G20 adalah penutup yang sangat baik dari rangkaian presidensi Indonesia. Kami berkomitmen untuk bekerja sama secara strategis untuk mengembangkan perdagangan dan investasi dua arah. Saya senang menyaksikan bagaimana keahlian dan pendanaan dari Inggris senantiasa mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ungkap Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 November 2022.
 
Tumbuhnya kerja sama antara Inggris dan Indonesia adalah kelanjutan dari dibuatnya Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama Inggris-Indonesia pada Februari 2022, dengan tujuan mempromosikan dan mengembangkan perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi serta membahas hambatan-hambatan dalam perdangangan.
 
Hal ini juga merupakan kelanjutan dari penandatanganan MoU Kerjasama Investasi Inggris-Indonesia pada Oktober 2022, menggarisbawahi keinginan kedua belah pihak untuk meningkatkan investasi pada value-added minerals, transisi energi dan ilmu-ilmu hayati.
 

Selama KTT B20, lahir beberapa kesepakatan dan pengumuman antara Inggris dan mitra-mitra di Indonesia di bidang transportasi, pertumbuhan hijau, pembangunan lingkungan, dan kendaraan listrik.
 
Komisioner Dagang Inggris untuk Asia Pacific, Natalie Black CBE berambisi bersama Inggris dan Indonesia untuk memasukkan unsur pembangunan berkelanjutan dalam hubungan dagang dan investasi kedua negara.
 
Investasi Inggris di Indonesia telah mencapai lebih dari 5,1 miliar poundsterling, dan perusahaan-perusahaan utama Inggris seperti BP, Unilever, HSBC, Standard Chartered, dan lain-lain terus berinvestasi untuk mendukung visi Indonesia.
 
“Saya merasa percaya diri melihat hubungan bisnis Inggris dan Indonesia yang kian berkembang dalam beberapa tahun terakhir. BritCham siap untuk mendukung lebih jauh perkembangan dagang dan investasi di antara kedua negara dengan cara memfasilitasi inisiatif-inisiati yang bertujuan mendekatkan hubungan bisnis di antara keduanya,” jelas Pimpinan Kamar Dagang Inggris di Indonesia (BritCham Indonesia) Rino Donosepoetro.
 
Menurut dia, BritCham akan terus berbagi pengalaman dan keahlian lewat jaringan yang dalam dan beragam untuk menjaga terjalinnya ekosistem bisnis yang senantiasa hadir bagi perusahaan-perusahaan yang sudah berada di Indonesia maupun yang berkeinginan mengembangkan bisnisnya di sini.

Berikut kerja sama antara Indonesia dan Inggris:

  1. Advanced Electric Machines, desainer dan pembuat sistem mesin kendaraan berkelanjutan asal Inggris, bekerjasama dengan PT INKA telah meluncurkan 30 bus listrik di Indonesia sebagai pilot project. Bus-bus tersebut tampil selama KTT B20 sebagai moda transportasi resmi yang membawa hadirin dari satu tempat ke tempat lainnya. 
  2. Altilium Group mengumumkan minatnya untuk bekerja sama dengan PT Indika Energy Tbk dan PT Terra Sustineri Berdaya untuk membentuk entitas legal terbaru untuk mempromosikan, menjual dan melisensi DNi Process™ Altilium di Indonesia yang dapat membuat ekstrasi logam-logam mulia menjadi lebih hijau.
  3. Diageo Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Bambu Lestari untuk proyek penyimpanan air.
  4. Lancaster University, bekerja sama dengan Deakin University dari Australia, mengumumkan minat untuk berkolaborasi dalam pembangunan kampus terpadu inovatif di Bandung, Jawa Barat, untuk mendukung strategi pendidikan dan penelitian Indonesia.
  5. The University of Nottingham dan Pemerintah Jawa Barat mengumumkan minat untuk bekerjasama dalam meluncurkan Net Zero Technology Translation Centre untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan net zero, termasuk pengadaan transportasi berkelanjutan dan energi terbarukan.

 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.