November 26, 2022

Surabaya: Ada banyak destinasi wisata di Jawa Timur layak masuk kalender nasional. Salah satunya adalah Fun Bike Pulau Oksigen, Maraton Beach, di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura.
 
“Kami rencananya akan launching kalender wisata pada akhir tahun 2022 mendatang,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, ditemui di Surabaya, Jumat malam, 18 November 2022.
 
Fauzi mengatakan, Gili Iyang dikenal pulau oksigen. Namun, pulau kecil itu belum terkenal luas. Padahal, kadar oksigen di Pulau Gili Iyang terbaik kedua di dunia, setelah Laut Mati, Jordania.


Keputusan menjadikan Gili Iyang sebagai objek wisata dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia pun bukan tanpa alasan. Mengutip dari laman indonesia.go.id, Gili Iyang merupakan tempat terbaik merasakan kesegaran udara di Indonesia. Ini karena kadar oksigen di wilayah itu mencapai 20,9 persen, melebihi daerah lainnya.
 
Hal itu diketahui hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (Lapan) pada tahun 2006 silam, mengenai kualitas udara di pulau tersebut. Lapan memcatat dari 17 titik yang diuji, kadar oksigen di Gili Iyang sebesar 20,9 persen.
 

Dalam volume 1 liter udara bebas terkandung 0,209 liter oksigen, dan persentase ini dinilai lebih baik dari kondisi udara di daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan terbaik kedua di dunia. Adapun kadar oksigen normal yang ditoleransi untuk mencukupi kebutuhan pernapasan adalah dalam batas antara 19,5–22,0 persen. 
 
Berbagai upaya dilakukan agar Gili Iyang lebih terkenal luas. Fauzi akan menggelar event Fun Bike Pulau Oksigen, Maraton Beach, pada Desember 2022 ini. Acara itu dijadwalkan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkraf) Sandiaga Solahuddin Uno, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
 
“Saya sudah kontak beliau, dan Insyaallah hadir. Event itu juga salah satu upaya agar Pulau Gili Iyang kedepannya bisa masuk kalender nasional. Saya meyakini bahwa Sumenep punya daya tarik tersendiri. Ini yang buat kita yakin bahwa Sumenep menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Jatim hingga mancanegara,” ujarnya.
 
Tak hanya Gili Iyang, Fauzi menyebut ada 17 destinasi wisata di Sumenep yang juga layak diakui nasional, bahkan dunia. Bahkan, ada beberapa wisata unggulan sudah meraih penghargaan di tingkat nasional.
 
Di antaranya adalah Desa Aeng Tongtong yang berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai Desa Dengan Empu Keris Terbanyak di dunia. Kemudian, Desa Aeng Tong Tong juga dinobatkan sebagai Juara I ADWI 2022 Kategori Daya Tarik Pengunjung.
 
“Salah satu contoh, kemarin kita mendapatkan juara satu hutan mangrove dari kementerian desa. Selain itu ada desa wisata keris di Aeng Tongtong yang produk kerisnya menjadi souvenir resmi KTT G20 di Bali,” katanya.
 
Pria yang gemar memakai blangkon itu menuturkan, bagi penggemar snorkling dan diving, bisa menyelam di pulau Gili Labak yang menyuguhkan pemandangan bawah laut cukup indah. Kemudian juga ada Pantai Sembilan, Salopeng, Lombang dan Pantai Kasogi.
 
“Nah, pantai ini yang nanti kita buat city tour. Ada juga Festival Tong Tong, karena ini adalah warisan budaya tak benda yang dimiliki Sumenep. Lalu ada Sumenep Culture, Busana Etnik Sumenep, batik Sumenep dan festival UMKM,” ujarnya.
 
Dia mengatakan dalam setahun, diperkirakan akan ada 20 event untuk mendongkrak pariwisata di Sumenep. Berbagai hal terus dilakukan termasuk pembangunan infrastuktur penunjang terus dikebut guna memudahkan akses wisatawan.
 
Diakui Bupati Fauzi, dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki Sumenep, tidak heran bisnis perhotelan mulai berkembang pesat di Sumenep, bahkan, saat ini sudah ada hotel bintang empat yang sudah proses pembangunan. “Kalau hotel bintang tiga plus sudah ada dua, yang bintang empat masih proses pembangunan,” katanya.
 
Bupati Fauzi optimistis, tahun 2023 kunjungan wisatawan ke Sumenep akan kembali normal sebagaimana sebelum pandami covid-19. “Insyaallah, mulai tahun depan jumlah wisata Sumenep akan kembali bergeliat, bahkan meningkat dibanding sebelum covid-19,” ujarnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

(NUR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.