November 26, 2022

Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan komitmen pentingnya ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi riset Bus Listrik Merah Putih (BLiMP) untuk kendaraan operasional saat Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) di Bali. ITS dan PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk melanjutkan produksi BLiMP.
 
Penandatanganan PKS dihadiri langsung oleh Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam. Selain itu, juga hadir Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati, serta tim peneliti dan sejumlah petinggi ITS lainnya.
 
Bambang menyampaikan empat unit BLiMP telah dikerahkan pada KTT G20. Selanjutnya, tim peneliti BLiMP bersama PT INKA akan melanjutkan produksi lima unit bus dalam waktu sebulan ke depan.


Saat ini, kelima bus tersebut telah mencapai tahap finishing. Sehingga, hanya menunggu waktu yang tepat untuk meluncurkannya.
 
“Kelima bus tersebut siap untuk dimanfaatkan masyarakat,” kata Bambang dalam keterangan tertulis, Senin, 21 November 2022.
 
Dalam kolaborasi riset proyek bus listrik ini, ITS selaku ketua tim bekerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
 
Bambang mengatakan kerja sama antarperguruan tinggi tersebut telah berjalan selama 10 bulan. Dia menyebut kerja sama produksi BLiMP ini menjadi kesempatan pembelajaran istimewa.
 
Kerja sama dengan sektor pendidikan diwakili perguruan tinggi bekerja sama dengan sektor industri yakni PT INKA. “Adanya kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman akademisi dan pemanfaatan produk dalam negeri,” tutur Bambang.
 
Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan kerja sama ini mendukung kontribusi perguruan tinggi di Indonesia. Terlebih, hal ini membuktikan ITS dan tiga perguruan tinggi lainnya dalam kolaborasi riset tersebut berkomitmen meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
 
Sementara itu, Plt Dirjen Diktiristek Nizam mengungkapkan keempat bus yang digunakan pada KTT G20 Bali tersebut telah menuai banyak pujian dan apresiasi dari Menteri yang hadir. Nizam menyebut kelima bus tersebut akan dimanfaatkan pada sektor prioritas pariwisata nasional, seperti di kawasan Labuan Bajo dan Candi Borobudur.
 
“Jika kita terus terapkan kendaraan listrik anak bangsa, ekonomi kita akan semakin kokoh,” kata Nizam.
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.