November 26, 2022

Washington: Jaksa Agung Amerika Serikat Merrick B. Garland menunjuk penasihat khusus pada Jumat, 18 November 2022, untuk mengambil alih dua investigasi kriminal besar yang melibatkan mantan Presiden Donald J. Trump. Penasihat khusus ini, yaitu Jack Smith, akan memeriksa peran Trump terkait kasus penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 dan seputar penyimpanan dokumen-dokumen sensitif negara di rumah pribadi mantan presiden di Florida.
 
Dengan menunjuk Jack Smith, mantan kepala bagian integritas publik Departemen Kehakiman, Garland berusaha melindungi departemen tersebut dari klaim bahwa penyelidikan terhadap Trump bernuansa politik.
 
Garland mengatakan bahwa niat politik Trump dan Presiden Joe Biden mendorongnya untuk mengambil apa yang ia gambarkan sebagai langkah luar biasa. Trump mengumumkan pada Selasa kemarin bahwa dirinya akan maju untuk kali ketiga menuju pemilu AS 2024. Sementara Biden telah beberapa kali mengindikasikan dirinya juga akan maju kembali.


“Penunjukan (Jack Smith) menggarisbawahi komitmen departemen untuk independensi dan akuntabilitas dalam hal-hal yang sangat sensitif,” kata Garland, dikutip dari laman New York Times.
 
Nantinya, Garland akan mengambil keputusan akhir sesuai rekomendasi Smith, terkait apakah nantinya Trump akan didakwa atau tidak.
 
Dalam sebuah pernyataan, Smith bersumpah bahwa penyelidikan terhadap dua dugaan kasus kriminal terhadap Trump akan berlangsung cepat “menuju hasil apa pun yang ditentukan fakta dan hukum.”
 
Baca:  Trump Marah-Marah Usai Dipanggil Komite Kerusuhan Gedung Capitol
 
Trump langsung menyerang keputusan Garland dalam menunjuk Smith. Dalam sebuah acara di klub pribadinya di Florida pada Jumat malam, Trump mengeluh tentang “pengumuman mengerikan hari ini oleh pemerintahan Biden yang sangat korup.”
 
“Penyalahgunaan kekuasaan menghebohkan ini adalah yang terbaru dalam rangkaian panjang perburuan penyihir (witch hunt),” sebut Trump, menggunakan istilah yang merujuk pada perburuan liar terhadap individu tertentu.
 
Berulang kali menyebut penunjukan Smith sebagai sesuatu yang “tidak adil,” Trump menegaskan bahwa pemerintahan Biden “ingin melakukan hal-hal buruk pada gerakan terbesar dalam sejarah negara kita, khususnya terhadap bagi saya.”
 
Pejabat Gedung Putih mengatakan mereka tidak terlibat dalam keputusan Garland.
 
Penasihat khusus biasanya memiliki otonomi lebih dari jaksa biasa, walau pada akhirnya tetap harus melapor kepada jaksa agung. Jika Smith menyimpulkan bahwa ada cukup bukti untuk mendakwa Trump, keputusan akhir akan berada di tangan Garland.
 
Bahkan sebelum penunjukan Mr Smith, ada tanda-tanda bahwa jaksa dalam kedua kasus Trump akan mempercepat penyelidikan setelah sempat melambat akibat berlangsungnya pemilu paruh waktu AS.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.