Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI – DPRD Kota Kediri menggelar rapat dengar pendapat dengan Pemkot Kediri terkait rencana pembangunan jalan tol di Kota Kediri, Senin (7/11/2022). Rapat dengar pendapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino dan dihadiri sejumlah pejabat terkait di Pemkot Kediri.

Katino menjelaskan, selama ini anggota dewan sewaktu turun ke masyarakat mendapatkan banyak masukan dan pertanyaan berkaitan dengan titik lokasi jalan tol di Kota Kediri. “Kami menanyakan kepada tim eksekutif, karena kami agak kecewa pada rapat selama ini tidak membawa data,” ungkap Katino.

Padahal harapan dewan, rencana layout dari tim ITS supaya dibuka. Karena rumor di luar sangat santer terdengar ada 8 kelurahan yang terdampak di Kota Kediri. “Di Kecamatan Mojoroto ada 7 kelurahan dan Kecamatan Kota ada satu kelurahan,” jelasnya.

Dari lokasi lahan kelurahan yang terdampak, setidaknya ada 91 tanah eks bengkok aset Pemkot Kediri yang juga akan dilalui proyek tol itu. Jumlahnya diperkirakan masih bakal bertambah karena sampai sekarang masih belum final.

Sejauh ini pihak eksekutif masih menjanjikan memberikan salinan drafnya. “Untuk draft akan disampaikan lagi bulan November ini,” jelasnya.

Sementara rencana tanah penggantinya, informasi dari bidang aset, akan dicarikan lahan yang lokasinya berdekatan tanah eks bengkok hasil ruislag terdahulu. Diungkapkan Katino, sejauh ini pihak dewan juga masih belum mendapatkan titik lokasi lahan terdampak pembangunan jalan tol. “Ada usulan dari teman -teman supaya masalah ini dibuka untuk umum, biar tahu siapa yang bermain,” jelasnya.

Termasuk data dari draft juga masih belum diberi dan masih dijanjikan oleh pihak Bappeda Kota Kediri.
“Sebenarnya kami juga mengundang Pak Sekda dan Bappeda. Namun keduanya tidak datang karena masih ada di luar kota,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika menjelaskan, ada sekitar 91 eks tanah bengkok aset Pemkot Kediri yang bakal terdampak pembangunan jalan tol. Jika ditambah dengan lahan milik masyarakat terdampak jumlahnya di Kota Kediri lebih dari 1.000 bidang tanah.

Sementara titik lokasi terdampak jalan tol sejauh ini juga masih belum final karena masih menunggu penetapan lokasi (penlok). “Kalau penloknya sudah keluar itu yang telah fixed,” jelas Endang.

Namun sejumlah lokasi terdampak dapat diketahui dari lokasi trase jalan dan drainase. Seperti di jalan terdampak dibangun konstruksi jembatan atau tanah urukan. Sementara pembebasan lahan rencananya bakal dilaksanakan mulai awal tahun depan serta dilanjutkan dengan pembangunan jalan tol. ****

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.