Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Nasib Kaur Kesra Desa Kemlagigede di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, SU (54) yang didesak mundur oleh warganya ada di tangan kepala desa (Kades).

SU dipaksa mundur oleh warga karena video ‘ulah nakalnya’ yang diabadikan oleh SU sendiri beredar luas di dunia media sosial (Medsos) memicu keresahan di kalangan warga desa.

“Kades yang berhak memutuskannya. Yang  hak mengangkat dan memberhentikan kaur kesra,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, M Zamroni saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID terkait penanganan kasus Kaur Kesra Kemlagigede, Kamis (17/11/2022).

Kades berkirim surat ke camat, kemudian camat memberi rekomendasi ke kepala desa. Kemudian kepala desa yang harus memutuskannya.

Kalau kades tetap bertahan tidak juga gedok palu untuk keadilan sesuai tuntutan masyarakat, langkah  selanjutnya adalah dibentuk tim.

Tim beranggotakan siapa saja? tim terdiri dari inspektorat, camat dan Dinas PMD. Dan kemudian tim akan membahasnya dengan beragam pertimbangan, bukti serta masukan masyarakat desa.

Kemudian tim mengambil kesimpulan yang dilanjutkan dengan keputusan yang akan direkomendasikan untuk pegangan kepala desa memutuskannya.

“Jadi camat itu hanya merekomendasi, sementara kewenangan memberhentikan atau tidak  itu tetap di tangan kepala desa,” kata Zamroni.

Dalam memutuskan, kades harus mempertimbangkannya dari berbagai aspek, termasuk kemauan masyarakat secara umum.

“Semua kembali ke kepala desa, karenan yang mengangkat itu kepala desa,” ungkapnya.

Diakui, masyarakat memang menuntut agar Kaur Kesra (modin) Desa Kemlagigede mundur dari jabatannya. Kemarahan warga dipicu ulah kaur kesra yang  videonya beredar luas.

Diberitakan sebelumnya, beredarnya video tindakan asusila yang menyebar di dunia medsos diduga pelakunya Kaur Kesra, SU (54) memicu kemarahan warga Desa Kemlagigede Kecamatan Turi.

Video tak pantas itu dilakukan seorang diri oleh SU di dalam kamar mandi yang diabadikan SU sendiri dan beredar lewat akun facebook SU hingga meluas  diketahui warga.

Buntutnya, SU dituntut mundur dari jabatannya sebagai Kaur Kesra lantaran dinilai cacat moral dan tidak pantas sebagai Kaur Kesra.

Bahkan, warga sampai menolak keterlibatan Kaur Kesra untuk proses pemakaman warga yang meninggal. 

Kasusnya direspons oleh Forkopimcam bersama tokoh agama dan para tokoh masyarakat, tokoh agama  melibatkan BPD dengan menggelar rapat koordinasi pada Selasa (15/11/2022) malam.

Rapat koordinasi di balai desa tersebut, sebagai tindak lanjut  surat aduan masyarakat dengan tuntutan agar Kaur Kesra mundur dari jabatannya terkait permasalahan menyebarnya video asusila yang bersangkutan.

Camat Turi Bambang Purnomo,  KapolsekTuri Iptu Kusnandar dan Danramil 0812 Turi Kapten Parman turut hadir dalam rapat koordinasi yang digelar  di Balai Desa Kemlagigede. 

Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir di antaranya Suhadak, Nurkholis mendukung persoalan yang terjadi diselesaikan sesuai aturan yang. berlaku.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.