Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Belakangan ini warga Desa Gampang Sejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan resah dengan kemunculan gerombolan monyet liar yang sampai masuk ke permukiman mereka. Masuknya kawanan monyet ke permukiman itu makin mengganggu, bahkan sering nangkring di atas rumah warga atau kantor desa dan kecamatan.

Warga menduga bahwa monyet-monyet itu turun gunung karena habitatnya terganggu, di mana kawasan hutan di dekat desa mulai gundul dan persediaan makanannya susut.

Bahkan beberapa ekor monyet sering terlihat naik ke atap kantor kecamatan, juga berani mengambil makanan dan merusak tanaman warga. Kawanan monyet mondar-mandir di atap genteng kantor kecamatan, dan sesekali turun ke pohon yang berada di samping kantor kecamatan.

“Ada kawanan monyet yang turun ke kantor kecamatan, biasanya di atap atau genteng kantor ini,” kata Camat Laren, Syam Teguh Wahono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/11/2022).

Menurut Teguh, kawanan monyet yang turun ke kantornya ini tidak sampai merusak. Hanya biasanya turun setelah ada acara di pendopo kecamatan untuk mencari sisa jajan atau makanan. “Aksi monyet ya sebatas itu saja,” ujarnya.

Biasanya, kawanan monyet datang dan pergi dari arah hutan di sisi Utara kantor kecamatan kemudian melintas ke belakang kantor. Kades Gampang Sejati, Suharto mengungkapkan, awalnya hanya ada tiga ekor monyet yang menyambangi kantor kecamatan.

Tetapi kemudian disusul belasan monyet yang turun ke permukiman warga dan ke kantor kecamatan. “Sudah terlihat sekitar 7 hingga 8 ekor,” kata Suharto, Selasa (8/11/2022).

Selain turun ke kantor kecamatan, menurut Suharto, kawanan monyet juga kerap turun ke rumah penduduk untuk mencari makan. Tentu saja warga merasa waswas dan cemas karena ada monyet yang berbaur di lingkungannya.

Suharto menambahkan, pihak kecamatan sebenarnya sudah melaporkan hal itu ke BKSDA Jatim. Anehnya, ketika petugas BKSDA datang untuk mengevakuasi, kawanan monyet tersebut malah tidak menampakkan diri. “Pernah didatangi dari BKSDA untuk mengevakuasi monyet-monyet ini, tapi saat petugas datang ternyata kawanan itu menghilang,” ungkap Suharto.

Warga sekitar berharap BKSDA dan petugas terkait bisa mengevakuasi monyet-monyet ini. “Sampai saat ini warga tidak sampai terganggu. Malah ada yang menjadikannya hiburan,” pungkas Suharto. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.