Desember 4, 2022

Balikpapan: Emiten properti dan real estat, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) optimistis kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur akan membuat sektor properti di wilayah tersebut semakin prospektif.
 
Direktur Utama BSBK Christopher Sumasto Tjia mengatakan, pulihnya pandemi covid-19 membuat pihaknya pede dan yakin sektor properti akan menjadi sektor yang prospektif dengan performa terbaik di kota ini. Karena selain menjadi gerbang provinsi, Balikpapan menjadi satu-satunya kota di Kaltim yang meraih predikat Kota Layak Huni. Ditambah lagi fungsi Kota Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
“BSBK menghadirkan kawasan Balikpapan Superblock dengan konsep One Stop Living yang mampu menjadi tolok ukur bagi pengembang properti lainnya. Itu karena BSBK selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen agar bisa memberikan inovasi yang terbaik,” ungkap Christopher dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 November 2022.
 
Sementara Direktur BSBK Tjia Daniel Wirawan mengemukakan, penerapan konsep One Stop Living. Artinya, dalam satu kawasan terdapat semua kebutuhan mayarakat seperti sekolah, pusat belanja, perkantoran, tempat hiburan, hunian, fasilitas kesehatan, dan perhotelan.
 
“Konsep One Stop Living ini merupakan strategi utama BSBK. Konsep ini terbukti efektif membuat aktivitas penghuni atau pengunjung menjadi jauh lebih praktis karena fasilitas penunjang di kawasan sangat lengkap,” ujar Tjia.
 

 
Ia menuturkan, kawasan Balikpapan Superblock ini selalu menarik perhatian khalayak ramai karena tidak memiliki kompetitor yang setara. Itu karena BSBK selalu menghadirkan inovasi-inovasi terbaru, yakni tempat wisata seperti wisata di pinggir pantai (Pantai BSB) dengan luas kurang lebih 1,8 ha.
 
“Di dalam kawasan itu ada bowling, restoran seafood iconic berbentuk kapal, korean resto bbq, score sports lounge, dan wisata kuliner lainnya, dan juga hadirnya tenant-tenant ternama di e-Walk dan Pentacity yang membuat lonjakan pengunjung mal semakin meningkat,” katanya.
 
Menurut Tjia, kehadiran IKN mempengaruhi okupansi sewa mal milik BSBK dan jumlah pengunjung. Ini terbukti di periode Oktober 2022 okupansi tersewa mal e walk meningkat, dari sebelumnya 94,53 persen menjadi 95,89 persen dari luasan nett leasable area 27.790,95 meter persegi.
 
Sedangkan okupansi tersewa mal pentacity periode Oktober 2022 meningkat dari sebelumnya 69,33 persen menjadi 82,24 persen dari luasan nett leasable area 40.943,44 meter persegi.
 
“Kami memperkirakan hingga akhir 2023 Mal e-Walk okupansi mencapai 100 persen dan Mal Pentacity mencapai 96 persen dengan meningkatnya tenant-tenant yang mau masuk, namun tetap memperhatikan tenant rasio mix,” katanya.
 
Selain itu, lanjut Tjia, hotel juga mengalami peningkatan yang cukup baik, terutama penyewaan ruang meeting dan booking kamar hotel yang otomatis membuat okupansi kamar meningkat.
 
“Kemajuan dan pertumbuhan itu membuat BSBK semakin yakin bahwa Balikpapan Superblock menjadi salah satu destinasi favorit baik penduduk setempat maupun dari luar kota. Kami juga optimistis BSBK kedepan akan selalu berkembang dan menjadi perusahaan paling unggul di Kaltim,” tutup Tjia.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.