Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Secara bertahap, pengerjaan pembangunan jalan di Banyuwangi segera diselesaikan. Salah satunya, jalan lingkar Barat (JLB) di Kecamatan Genteng yang melintasi Terminal Wiroguno mulai dikerjakan.

Jalan yang menghubungkan dengan Desa Dasri itu diharapkan akan mampu mengurai kemacetan di Kota Genteng serta menyulut tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

“Setelah proses perencanaan hampir 20 tahun lamanya, jalan ini mulai kita bangun,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat meninjau pembangunan jalan tersebut, Minggu (6/11/2022).

Pembangunan JLB tersebut, lanjut Ipuk, diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Genteng. Kendaraan besar dan bongkar muat barang menyebabkan lalu lintas padat. “Kalau ini sudah tembus, kendaraan besar bisa dialihkan lewat sini,” terangnya.

Selain itu, papar Ipuk, pembukaan akses baru ini bisa membuka potensi ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut. “Kami akan mempersiapkan rencana tata ruang wilayahnya. Sehingga nanti pertumbuhan yang ada, bisa diatur sebaik mungkin,” imbuhnya.

JLB Genteng ini akan tembus di perempatan Desa Dasri. Dari sini akan disambung ke Jembatan Wiroguno dan tersambung ke Jalur Nasional di Kecamatan Gambiran.

Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Pemukiman (CKPP) Banyuwangi, Danang Hartanto menyebutkan bahwa pembangunan tahap pertama ini mencapai 1,3 KM. “Ini tembus sampai perempatan Dasri,” ungkapnya.

Dari 1,3 KM tersebut, 700 meter di antaranya akan dibeton dengan kelebaran 10 hingga 12 meter. Sedangkan 600 meter sisanya masih dalam tahap konstruksi agregat. “Panjang 600 meter sisanya ini masih kita lakukan pengerasan. Kurang lebih butuh waktu sekitar 6 bulan. Jadi untuk betonisasi akan dilanjutkan setelah cukup keras,” papar Danang.

Pasca pandemi Covid-19 ini, pembangunan infrastruktur jalan memang sedang digenjot oleh Bupati Ipuk. Sejumlah ruas jalan terus dilakukan perbaikan. Di antaranya adalah jalan lintas Timur yang menghubungkan Kecamatan Blimbingsari dan Muncar, serta ruas jalan lintas Kecamatan Siliragung ke Pesanggaran.

“Di anggaran perubahan ini kita juga melakukan pekerjaan rutin perbaikan jalan poros antar kecamatan. Seperti wilayah Bangorejo, ada pekerjaan rutin perbaikan jalan yang mencapai 34 KM, Rogojampi sepanjang 94 KM, di Genteng 52,5 KM termasuk yang di Cangaan. Di kawasan kota Banyuwangi juga ada perbaikan jalan rutin 87 KM, dan di sejumlah ruas jalan poros kecamatan lainnya,” jelas Danang.

“Semua kami lakukan secara bertahap. Selain perbaikan penuh, juga setiap hari kami melakukan tambal sulam di sepanjang jalan Banyuwangi,” imbuhnya.

Akan tetapi, tambah Ipuk, ruas jalan yang lebih dari 3.000 KM di Banyuwangi membutuhkan proses perbaikan yang panjang dan anggaran yang tidak kecil. “Kita bangun sesuai dengan skala prioritas sampai akhirnya nanti bisa tersentuh semua,” pungkas Ipuk. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.