Desember 4, 2022

Pnom Penh: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya perang India dan Australia dalam kemitraan ASEAN. Hal tersebut dibeberkan dalam KTT ke-19 ASEAN-India.
 
“Indo-Pasifik adalah kawasan yang strategis, maka kawasan ini tidak luput dari rivalitas yang jika tidak dikelola dengan baik akan dapat menjadi konflik terbuka. ASEAN-India harus dapat menjadi guardian stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik,” kata Jokowi di Pnom Penh, Sabtu, 12 November 2022.
 
Menurut Jokowi, kerja sama ASEAN-India dapat difokuskan pada tiga hal. Pertama menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang damai, kedua kerja sama kesehatan, terakhir kerja sama di bidang pangan.


Di sisi lain, Presiden mengundang India dalam Indo Pacific Infrastructure Forum yang akan diadakan 2023 saat Indonesia menjadi ketua ASEAN. Sementara itu, saat berbicara pada KTT Ke-2 ASEAN-Australia, Jokowi mengingatkan pentingnya kerja sama inklusif antara Australia dan ASEAN untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang stabil, damai dan sejahtera.
 

“ASEAN dan Australia juga memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. Saya berharap kiranya Australia juga memiliki kesamaan pandangan dengan ASEAN mengenai pentingnya kerja sama yang inklusif. Inklusivitas sangat penting untuk memperkuat strategic trust,” ujar Presiden Jokowi.
 
Dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tersebut, Presiden Joko Widodo menuturkan Australia dapat menjadi jembatan memperkuat komunikasi antara ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF). Indonesia mengusulkan komunikasi antara Sekretariat ASEAN dan PIF bisa mulai terjalin.
 
Presiden juga yakin ASEAN-Australia dapat mengambil beberapa pilot projects dari 4 prioritas kerja sama dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Ketua ASEAN tahun depan, terang Jokowi, mengharapkan partisipasi Australia dalam Indo-Pacific Infrastructure Forum.
 
“Saya mengajak Australia untuk hadir dan berkontribusi dalam pertemuan Indonesia-Pacific Forum for Development yang utamanya akan memberikan perhatian pada kerja sama ekonomi dan pembangunan di kawasan Pasifik,” ucap Presiden.

 

(ADN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.