November 26, 2022

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini berbagi tips berjualan saat membuka pelatihan menjahit dalam rangka menyukseskan program One Pesantren One Produk (OPOP), Senin (21/11/2022).

Novita mengatakan, prinsip utama dalam berwirausaha adalah berjualan.

Maka dari itu, strategi pemasaran dianggap penting dalam mengembangkan usaha. Tentu saja, tanpa mengecilkan proses-proses lainnya.

Dalam pelatihan itu, istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tersebut, membedah strategi pemasaran produk bersama para peserta.

Kiat pemasaran yang ia bagikan adalah buah dari pengalaman yang selama ini ia jalani. 

Selama menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Novita intens mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Ia juga getol mendorong para wirausahawan perempuan untuk tumbuh dan memperluas pasar.

Novita juga merintis yayasan yang salah satu fokusnya adalah pengembangan UMKM, yakni UPERINTIS Indonesia.

Selain itu, Novita juga menjalin koneksi dengan berbagai pihak. Termasuk pihak swasta hingga ke kementerian.

Usaha itu dijalankan untuk membantu para UMKM di Trenggalek agar dapat memperluas pangsa pasar. Juga agar bisa bersaing dengan UMKM dari daerah lain.

Salah satu bukti implementasi strategi pemasaran yang jitu, Novita mampu membawa Batik Trenggalek sebagai salah satu produk UMKM terlaris yang dipasarkan di Sarinah Mall Jakarta.

“Saya hanya berbagi tips kecil supaya teman-teman ini bisa punya satu mindset, bahwa di mana berusaha dan berwirausaha itu konsepnya adalah menjual,” kata Novita.

Ia mengatakan, selain tips pemasaran yang ia sampaikan, para santri juga dibimbing soal hal-hal lain dalam pelatihan tersebut.
 
“Kami ingin memperkuat pondasi kesiapan santriwan-santriwati untuk menjadi entrepreneur tangguh dalam rangka Mewujudkan Program OPOP,” kata Novita.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, support OPD juga baik dan sekretaris OPOP Trenggalek juga bersemangat untuk bisa membina masing-masing pesantren untuk memiliki satu produk unggulan yang nantinya bisa kami berikan fasilitas secara menyeluruh,” sambung Novita.

Kepala Dinas Komindag Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono menambahkan, pelatihan itu bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pondok pesantren.

“Kegiatan ini sendiri ditujukan supaya ada jiwa dan pemahaman dari peserta untuk kewirausahaan kepada teman-teman di pondok pesantren dan santri. Terus kemudian mampu dan mandiri secara ekonomi,” sambungnya.

Pelatihan menjahit dilaksanakan selama enam hari, sejak dibuka pada Senin. Pelatihan berlangsung di gedung Balai Benih Ikan Trenggalek.

Pelatihan itu menghadirkan para pelatih dan narasumber yang punya banyak pengalaman dan ilmu dalam bidang jahit-menjahit.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.