Desember 5, 2022

Jakarta: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, bersama rombongan pejabat pemerintah pusat mengikuti konvoi kendaraan motor listrik ‘Electric Vehicle Funday‘ dari Balai Kota DKI Jakarta hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kendaraan listrik ramah lingkungan kepada masyarakat.
 
“Tentunya kita telah melalukan hal ini pada kendaraan umum, seperti TransJakarta, dan ini secara bertahap dilakukan konversi. Lalu untuk (kendaraan) yang baru kita beli Electric Vehicle yang secara dua tahun ini sudah terprogram,” ujar Heru di Jakarta, Minggu, 20 November 2022.
 
Heru menegaskan akan memperkuat koordinasi untuk kerja sama dengan stakeholder terkait, terutama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, serta Kementerian BUMN. Persiapan secara komprehensif tersebut dilakukan agar bisa menyiapkan berbagai hal terkait penggunaan kendaraan berbasis listrik secara massal.


“Kita bisa memulai dari kendaraan dinas (agar) lebih mudah, karena bisa dianggarkan. Nah, tinggal kendaraan untuk kebersihan, tinggal koordinasi dengan Kemenhub. Lalu, bagi masyarakat kendaraan berbasis listrik juga bebas ganjil genap, karena bebas emisi dan anti bising. Ini kita upayakan dalam mendukung program PLN yang surplus terhadap listrik,” ujar Heru.
 

Selepas mengikuti konvoi, Heru mengunjungi beberapa booth yang tersedia di acara tersebut, antara lain booth konversi (wadah konversi kendaraan konvensional menjadi tenaga listrik), booth showcase motor listrik, hingga booth infrastruktur kendaraan listrik.
 
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan Kemenhub akan mempromosikan Electric Vehicle, khususnya kendaraan bermotor roda dua selama empat minggu dari sekarang. Hal ini menjadi suatu kebanggaan karena kendaraan tersebut tidak meninggalkan emisi, serta bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pennggunaan bahan bakar fosil.
 
“Idealnya kita bisa irit (bahan bakar) 70 persen, subsdi bahan bakar fosil bisa, subsidi satu lagi, yaitu energi bersih. Hal ini karena bisa dialihkan ke tenaga listrik. Kegiatan ini pada tahun lalu sudah kita coba mengonversi mobil bekas yang total kendaraannya 120 juta unit dan kecenderungan naik terus,” ujar Budi.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.